Konsumsi Protein Tidak Boleh Dilewatkan oleh Lansia

Kamis, 10 Juni 2021 08:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Konsumsi Protein Tidak Boleh Dilewatkan oleh Lansia Ilustrasi orang tua. ©shutterstock.com/Dmitriy Shironosov

Merdeka.com - Ketika seseorang sudah memasuki lanjut usia, terjadi sejumlah perubahan yang dilakukannya. Hal ini termasuk dengan membatasi sejumlah konsumsi makanan tertentu.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan geriatri sekaligus staf pengajar di Universitas Padjajaran (UNPAD), Lazuardhi Dwipa, mengatakan, pemenuhan nutrisi sangat penting bagi para lansia terutama di masa pandemi COVID-19 saat ini, termasuk asupan protein harian. Pemberian nutrisi sehat seperti kebutuhan kalori, protein, serat pangan untuk mencegah penurunan berat badan, mencegah infeksi, memperbaiki kerentanan dan sarkopenia atau penurunan massa otot.

"Kebutuhan protein lansia lebih tinggi daripada orang yang dewasa lebih muda. Malah lansia dikurangi proteinnya, itu salah, sehingga akan terjadi penurunan, penyusutan massa dan kekuatan otot atau namanya sarkopenia," kata dia dalam sebuah webinar kesehatan beberapa waktu lalu dilansir dari Antara/

Kebutuhan nutrisi masing-masing lansia bisa berbeda, sehingga berkonsultasi dengan dokter menjadi anjuran. Namun, secara umum lansia membutuhkan kalori harian 30 X berat badannya. Untuk protein yakni 1 gram/kg/BB/hari.

Pada kondisi sarkopenia, asupan protein sebesar 1,6 gram/hari bisa meningkatkan hipertofi otot yang diinduksi olahraga pada lansia. Studi menunjukkan, 1 gram protein/hari merupakan jumlah minimal untuk mempertahankan massa otot. Sementara untuk karbohidrat dan lemak, perhitungan 70 persen : 30 persen. Jadi, seseorang yang memiliki berat badan 50 kg maka kebutuhan kalori totalnya 1500 kkal per hari, sementara proteinnya 50 gram/hari.

Kementerian Kesehatan melalui Isi Piringku juga memandu asupan nutrisi, yakni membagi piring menjadi tiga bagian yakni setengah untuk sayuran dan buah, lalu seperempat karbohidrat seperti nasi atau kentang dan seperempat protein (hewani dan nabati dikombinasikan) mulai dari ayam, ikan, kacang-kacangan dan lainnya.

Untuk memudahkan, menu makan siang sekitar 700 kalori bisa terdiri dari: makanan pokok misalnya nasi 3 centong atau 3 buah kentang ukuran sedang atau 1,5 gelas mi kering; lauk pauk yang terdiri dari jenis hewani dan pilihannya beragam misalnya 2 potong sedang ayam tanpa kulit, atau 1 butir telur ayam atau 2 potong daging sapi ukuran sedang, kemudian lauk nabati seperti 2 potong tempe ukuran sedang. Komponen lainnya, sayuran 1 mangkuk dan buah misalnya 2 potong pepaya atau 2 buah jeruk atau 1 buah pisang ambon.

2 dari 2 halaman

Banyak Lansia Takut Konsumsi Protein

"Kebanyakan lansia itu memantangkan protein, makan sayur takut asam urat, padahal di GERMAS tingkatkan konsumsi buah dan sayuran," ujar Lazuardhi yang berpraktik di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung itu.

Dalam pemenuhan kebutuhan gizi pada lansia, terkadang muncul sejumlah masalah seperti gangguan nafsu makan, sulit mengunyah karena giginya tanggal dan kelemahan otot mengunyah, berkurangnya air liur sehingga sulit menelan, mudah kenyang, masalah lambung seperti sering mual dan kembung, serta masalah komborbid seperti jantung, paru, kanker sehingga hilang nafsu makan, demensia dan depresi. Satu orang lansia bisa mengalami lebih dari satu masalah-masalah ini, sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan nutrisinya.

Bila begini, mengubah bentuk penyajian makanannya sesuai dengan kondisi lansia bisa menjadi alternatif. Misalnya, pada masalah sulit menelan atau gigi tanggal, maka makanan bisa disajikan dalam bentuk lunak atau sesuai selera lansia.

Hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan nutrisi oral suplemen atau ONS yang berbentuk cair dengan kandungan kalori dan protein yang tinggi. Walau begitu, dalam konsumsi ONS ini, lansia disarankan untuk berkonsultasi dulu dengan dokter gizi. [RWP]

Baca juga:
Nutrisi Berlebih Bisa jadi Penyebab Lansia jadi Sakit-Sakitan
Cukupkah Mencuci Buah dan Sayur dengan Hanya Menggunakan Air?
Kenali Efek Jangka Pendek dan Panjang dari Konsumsi Makanan pada Anak
Tidak Perlu Ribet, MPASI Bisa Dibuat dari Makanan Keluarga Sehari-Hari
MPASI Tidak Bisa Diberikan Sembarangan, Ketahui 4 Syarat untuk Memberikannya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini