Konsumsi Avokad Bisa Bantu Mencegah Terjadinya Diabetes

Selasa, 26 November 2019 16:25 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Konsumsi Avokad Bisa Bantu Mencegah Terjadinya Diabetes Ilustrasi alpukat. ©Shutterstock.com/mama_mia

Merdeka.com - Diabetes merupakan salah satu penyakit yang penting diketahui cara mengatasi dan mencegahnya. Salah satu cara mencegah munculnya diabetes adalah melalui pola makan.

Salah satu buah yang diketahui mampu membantu mencegah diabetes adalah avokad. Dilansir dari The Health Site, temuan ini telah dipublikasikan pada jurnal Molecular Nutrition and Food Research.

Pada awalnya, penelitian dari Prof. Paul Spagnuolo menunjukkan bahwa kandungan yang hanya ditemui pada buah ini bisa mempelihatkan proses seluler yang normalnya berujung pada diabetes. Pada sebuah percobaan, diketahui bahwa kandungan yang terserap di dalam darah tidak menunjukkan efek di ginjal, hati, atau otot.

Resistensi insulin pada pasien diabetes menunjukkan bahwa tubuh tak mampu mengeluarkan secara tepat glukosa dari darah. Komplikasi ini bisa meningkat ketika mitokondria atau sumber energi pada sel tubuh tidak mampu membakar asam lemak secara seluruhnya.

Secara normal, oksidasi asam lemak membuat tubuh membakar lemak. Obesitas dan diabetes bisa memperlambat proses tersebut dan berujung oksidasi yang tidak tuntas.

1 dari 1 halaman

Cara Ini Bisa Diterapkan pada Manusia

Diketahui bahwa avokad bisa melawan masalah oksidasi yang tak tuntas pada otot tulang dan pankreas untuk mengurangi resistensi insulin. Pada penelitiannya, tim memberi makan tikus dengan pola makan tinggi lemak selama delapan minggu untuk memunculkan obesitas dan resistensi insulin. Tikus yang mengalami penelitian ini mengalami penambahan berat badan yang kurang signifikan dibanding pada kelompok kontrol.

Spagnuolo mengungkap bahwa lebih pentingnya, tikus yang mengalami penyesuaian menunjukkan sensitivitas insulin lebih besar. Hal ini menunjukkan bahwa tubuh mereka lebih mampu menyerap dan membakar gula darah serta meningkatkan respons terhadap insulin.

Pada uji coba klinis yang dilakukan pada manusia, terdapat suplemen avokad yang diberikan terhadap partisipan yang mengonsumsi pola makan barat. Hal ini bisa diserap dalam darah tanpa mempengaruhi ginjal, hati, atau otot.

Tim peneliti juga menemui menurunnya berat badan pada subyek manusia walau hasilnya tidak terlalu signifikan. Suksesnya uji coba ini menjadikannya sangat layak untuk dikonsumsi dan dicoba oleh banyak orang. [RWP]

Baca juga:
Demi Jaga Kesehatan, Penting untuk Mengetahui Keadaan Jajanan yang Dikonsumsi
Demi Jaga Kesehatan, Milenial Harus Pintar-Pintar Pilih Makanan

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini