Kondisi Kurang Tidur pada Mahasiswa Bisa Berpengaruh Terhadap Kesehatan Mental

Selasa, 11 Juni 2019 13:05 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Kondisi Kurang Tidur pada Mahasiswa Bisa Berpengaruh Terhadap Kesehatan Mental Ilustrasi mengantuk. ©Shutterstock/George Dolgikh

Merdeka.com - Ketika berkuliah, tugas yang menumpuk serta tekanan pergaulan bisa jadi penyebab mahasiswa biasa begadang setiap malam. Kebiasaan begadang ini bisa menyebabkan kamu kekurangan tidur dan memicu sejumlah masalah kesehatan.

Dilansir dari The Health Site, sebuah penelitian terbaru menyebut bahwa kekurangan tidur bisa menyebabkan sejumlah masalah kesehatan mental pada pelajar dan atlet. Masalah mental ini mencakup kecemasan, menyakiti diri sendiri, serta dorongan untuk bunuh diri.

Temuan ini sendiri telah dipublikasikan pada jurnal Sleep. Hasil temuan ini diketahui setelah dilakukan analisis terhadap data yang didapat dari 110.496 pelajar yang 8.462 dari jumlah tersebut juga berstatus atlet.

"Sangat mengejutkan mengetahui bagaimana besarnya pengaruh kekurangan tidur terhadap berbagai gejala kesehatan mental di antara mahasiswa," terang Thea Ramsey dari University of Arizona.

Semakin bertambahnya malam seseorang kekurangan tidur, risiko seseorang mengalami gejala kesehatan mental juga meningkat. Jumlahnya tak main-main, peningkatan ini sebesar 20 persen secara rata-rata.

Risikonya meningkat hingga 21 persen terhadap depresi, 24 persen terhadap perasaan putus asa, 24 persen pada kemarahan, 25 persen pada kecemasan, 25 persen pada keinginan menyakiti diri sendiri, 28 persen pada masalah fungsional, dan 28 persen pada keinginan untuk bunuh diri.

"Fakta bahwa tidur sangat mempengaruhi kesehatan mental merupakan salah satu hal yang penting pasalnya sebagian besar mahasiswa tidak cukup tidur untuk mendapat kesehatan dan fungsi tubuh yang optimal," tegas peneliti Michael Grander. [RWP]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini