Ketahui Perbedaan Penyakit Pneumonia Biasa dengan Pneumonia Akibat Virus Corona

Kamis, 23 Januari 2020 10:07 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Ketahui Perbedaan Penyakit Pneumonia Biasa dengan Pneumonia Akibat Virus Corona ilustrasi batuk. ©www.safebee.com

Merdeka.com - Munculnya pneumonia asal Wuhan yang diakibatkan oleh virus corona telah menimbulkan ketakutan di masyarakat. Banyak yang bertanya-tanya apa bedanya penyakit ini dengan pneumonia biasa.

Jika ada seseorang yang secara tiba-tiba merasa sesak dan ada riwayat dia dari Wuhan, Kementerian Kesehatan memasukkannya ke dalam kewaspadaan tinggi terhadap novel coronavirus (pneumonia wuhan).

"Namun, jika tidak ada cerita tersebut kita masih melakukan tata pola seperti pneumonia biasanya," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono.

Menurut Anung, pneumonia sebelumnya pernah terjadi di Indonesia dan banyak juga kasusnya. Kemudian, jika ini mengarah ke novel coronavirus seseorang yang sakit dengan gejala virus yang tidak biasa dan penurunan kondisi yang cepat.

"Mohon maaf jika tiba-tiba seseorang sesak nafas dan tidak sadarkan diri dalam waktu yang cepat itu kita juga perlu curiga ke arah novel coronavirus," kata Anung.

Selanjutnya, dalam waktu 14 hari jika ada cerita yang berkaitan dengan hal-hal seperti kontak erat dengan seseorang yang memiliki riwayat novel coronavirus dan mengunjungi fasilitas kesehatan di sana, mengunjungi atau bekerja di Wuhan dan memiliki riwayat kontak dengan hewan disana.

1 dari 2 halaman

Vaksinasi pneumonia biasa tidak bisa untuk mencegah pneumonia Wuhan

"Kemarin juga ditanyakan. Pak itu kan ada vaksin yang berkaitan dengan pneumonia, tetapi itu sebenarnya tidak sama," ucap Anung.

Jadi, jika ada seseorang yang ingin pergi ke Tiongkok, terutama Wuhan dan minta untuk vaksinasi pneumonia dengan harapan tidak terkena novel coronavirus yang sedang mewabah di sana, tentu tidak bisa atau tidak cocok.

"Vaksinnya itu tidak cocok. Saya tegaskan bahwa vaksin pneumonia biasa tidak untuk mencegah novel coronavirus," jelas dirjen P2P Kemenkes.

Dirjen P2P Kemenkes juga menambahkan bahwa sangat diperbolehkan untuk melakukan vaksinasi pneumonia, tetapi lebih untuk pneumonia biasa yang saat ini sudah kita kenal. Anung berharap masyarakat tidak terjebak dalam hal tersebut.

2 dari 2 halaman

Macam-Macam Vaksin Pneumonia yang Telah Beredar

Sebelumnya, menurut Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, setidaknya ada tiga vaksin untuk pneumonia yang beredar.

Pertama adalah vaksin PCV3 yang memberikan kekebalan terhadap 13 strain bakteri Streptococcus pneumoniae. Mereka menyebabkan pneumokokus pada masa manusia. Vaksin ini memberikan masa perlindungan sekitar tiga tahun. Biasanya diberikan pada bayi dan anak di bawah dua tahun.

Kedua adalah vaksin PPSV23 yang melindungi dari 23 strain bakteri pneumokokus. Produk ini ditujukan untuk kelompok usia yang lebih dewasa seperti di atas 65 tahun, atau dari dua sampai 64 tahun dengan kondisi khusus.

Reporter: Vina Muthi A.
Sumber: Liputan6.com [RWP]

Baca juga:
Vaksin Pneumonia Biasa Tak Bisa untuk Atasi Virus Corona atau Pneumonia Wuhan
Menyebar Cepat Kurang dari Sebulan, Ilmuwan Masih Gelap Hadapi Virus Corona China
Corona Virus Penyebab Pneumonia bisa Menyebar dari Manusia ke Manusia
Pneumonia asal Wuhan, Dokter Paru Minta Masyarakat Tetap Waspada pada Penularannya
Dokter Paru Sarankan Cara untuk Cegah Persebaran Pneumonia Wuhan
Masih Belum ada Vaksin untuk Cegah Persebaran Pneumonia asal Wuhan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini