Ketahui Kanker Payudara Tipe HER2 yang Tak Bisa Dikenali Hanya dengan Rabaan

Jumat, 26 Maret 2021 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Ketahui Kanker Payudara Tipe HER2 yang Tak Bisa Dikenali Hanya dengan Rabaan Ilustrasi Kanker Payudara. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Kanker payudara merupakan salah satu masalah kesehatan yang dialami oleh banyak wanita. Salah satu cara deteksi awal penyakit ini adalah dengan meraba benjolan. Sayangnya, terdapat satu tipe penyakit kanker payudara yang tidak bisa dikenali dengan cara ini.

Dokter spesialis bedah onkologi di RSCM, Sonar Soni Panigoro mengatakan, kanker payudara tipe Human Epidermal Growth Factor Receptor 2 (HER2) tak bisa dideteksi hanya melalui pemeriksaan patologi termasuk perabaan benjolan.

"Penentuan tipe kanker setelah pemeriksaan patologi untuk mengetahui kanker atau tidak. Untuk sampai ke tipe HER2 harus dilanjutkan pemeriksaan imunohistokimia untuk menentukan tipe HER2 atau bukan. Hampir tidak mungkin (benjolannya HER2 atau bukan) diperiksa di rumah," kata dia dalam diskusi terbatas secara virtual beberapa waktu lalu dilansir dari Antara.

Dengan kata lain, tidak ada cara mendeteksi kanker payudara tipe HER2 selain melalui pemeriksaan imunohistoskimia. Walau begitu, tak ada tanda khusus mengarah kecurigaan pada tipe kanker ini selain benjolan yang juga muncul pada tipe lainnya.

Pengobatan HER2

Mengenai pencetus tipe kanker payudara ini, menurut Sonar belum ada penelitian yang yang spesifik memperlihatkan HER2 akibat gaya hidup yang buruk. HER2 hanya mengandung reseptor HER2 tanpa reseptor hormon progesteron dan estrogen seperti pada luminal A dan B. Pengobatannya pun hanya kemoterapi dan pemberian obat anti-HER2 atau Trastuzumab.

"Untuk HER2 hanya bisa diberikan kemoterapi setahun karena setelah itu tidak ada manfaat lain. Untuk obat-obat kemoterapi kita belum mampu produksi karena bahan baku masih sulit dan teknologi yang tidak murah. Trastuzumab masih impor, walau sekarang sudah ada obat yang mirip," tutur Sonar.

"Awalnya harga Trastuzumab di atas Rp25 juta sekarang sudah ada di bawah Rp10 juta. Namun pemberian untuk stadium dini belum masuk tanggungan BPJS, baru untuk stadium lanjut," sambungnya.

Dari sisi peluang bertahan hidup selama lima tahun, penderita kanker payudara tipe HER2 diperkirakan sekitar 75 persen, lebih tinggi dari tipe triple-negatif yang berada di angka 60 persen dan lebih rendah dari luminal A dengan peluang 80-90 persen.

"Luminal A dan B masih ada obat yang terus diminum jangka panjang. Sementara triple-negatif kemoterapi tidak bisa diberikan seumur hidup, hanya untuk durasi tertentu karena efek cukup berat," kata Sonar.

Sonar juga menjelaskan bahwa pada penyakit kanker tipe apa pun, hal yang terpenting adalah pengobatan pada stadium awal. Pada stadium 0 atau 1, peluang sembuh sekitar 90 persen dan turun menjadi 70 persen pada stadium 2 dan jadi 50 persen ketika stadium 3. Ketika kanker sudah berada di stadium 4, biasanya penyakit ini jadi sulit disembuhkan. [RWP]

Baca juga:
Bisa Dialami Pria Muda, Kapan Waktu Skrining Kanker Prostat?
Kurang Gerak dan Pakaian Tak Tepat Bisa Jadi Penyebab Kanker pada Masyarakat
Tak Munculkan Gejala Nyeri di Awal, Lakukan Deteksi Dini terhadap Kanker
Pasien Kanker Prostat Tidak Perlu Takut untuk Konsumsi Daging
Perhatikan Gejala yang Mungkin Muncul Usai Pembedahan Kanker Prostat
Ketahui 6 Gejala Kanker Lambung Sebelum Menjadi Semakin Parah

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Fakta Kesehatan
  3. Kanker
  4. Kanker Payudara
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini