Ketahui Dua Jenis Skrining untuk Deteksi Penyakit Jantung Bawaan

Rabu, 28 September 2022 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Ketahui Dua Jenis Skrining untuk Deteksi Penyakit Jantung Bawaan Ilustrasi penyakit jantung. ©Shutterstock.com/woaiss

Merdeka.com - Kondisi penyakit jantung bawaan atau PJB merupakan kondisi yang bisa dialami pada bayi. Sangat penting untuk memeriksa kondisi ini terlebih dahulu pada anak.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr. Oktavia Lilyasari, SpJP(K), FIHA menjelaskan beberapa skrining untuk mendeteksi lebih awal penyakit jantung bawaan (PJB) antara lain skrining premarital dan konseling genetik.

Oktavia yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) mengatakan pemeriksaan ini mencakup pencegahan beberapa kondisi faktor risiko sekaligus melibatkan promosi kesehatan baik untuk calon ibu maupun pasangannya.

"Misalnya diabetes. Kita bisa memberikan konseling bahwa ada kemungkinan bayi lahir dengan PJB atau bagaimana caranya kita mengontrol gula darah supaya kehamilan berlangsung lebih baik," ujarnya beberapa waktu lalu dilansir dari Antara.

Selanjutnya skrining prenatal atau saat bayi masih di dalam perut ibunya. Tetapi, pemeriksaan ini hanya dapat mendeteksi 23 persen kemungkinan PJB.

"Mungkin saja ada beberapa PJB yang agak susah kita deteksi saat bayi masih di dalam perut ibu. Biasanya kami kerjakan dengan USG, kita lihat apakah ada malformasi dari jantung janin," kata Oktavia.

2 dari 2 halaman

Skrining prenatal dilakukan pada periode 18-26 minggu masa kehamilan, sekitar trimester pertama tetapi dokter tetap harus melakukan evaluasi ulang pada trimester kedua.

Pada bayi yang baru lahir, dokter biasanya melakukan skrining menggunakan pulse oxymetri untuk mengukur saturasi oksigen bayi. Skrining ini dinilai cukup baik karena mempunyai sensitivitas sekitar 78 persen dan spesifisitas sekitar 99,7 persen.

"Biasanya kami kerjakan pada bayi-bayi minimal 24 jam setelah lahir atau sebelum pulang," tutur Oktavia.

Penyakit jantung bawaan merupakan suatu kelainan struktur jantung yang ditemukan sejak lahir, biasanya akibat adanya gangguan atau kegagalan pada struktur jantung pada fase awal perkembangan janin.

"Biasanya proses perkembangan organ janin itu terjadi pada trimester pertama, sehingga itu fase-fase rawan," tandasnya. [RWP]

Baca juga:
Penyakit Jantung Bawaan Bisa Dikenali dari Gejala yang Muncul
Kebotakan Bisa Terjadi di Usia Muda dan Bahkan Dialami Wanita
Ternyata Masih Banyak yang Salah, Ini Cara Tepat untuk Menelan Obat agar Manjur

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini