Ketahui Bahaya ketika Anak Terpapar Gula Tambahan Sejak Dini

Kamis, 6 Oktober 2022 09:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Ketahui Bahaya ketika Anak Terpapar Gula Tambahan Sejak Dini Ilustrasi gula. ©Pixabay

Merdeka.com - Makanan dan minuman manis merupakan hal yang sangat disukai oleh anak-anak. Sayangnya, kebiasaan untuk mengonsumsi gula ini bisa berdampak buruk pada anak.

Risiko gangguan kesehatan terhadap anak-anak semakin meningkat bila mereka sudah terpapar gula tambahan sejak dini, kata spesialis anak dr. Kurniawan Satria Denta, M. Sc, Sp.A.

"Kita harus ekstra hati-hati, terutama pada anak-anak, karena semakin dini orang terpapar gula tambahan, semakin besar risikonya," kata dokter yang akrab disapa Denta ini beberapa waktu lalu dilansir dari Antara.

Dokter anak dari Universitas Gadjah Mada itu mengatakan efek samping yang bisa dialami anak yang terpapar gula tambahan sejak dini meliputi gangguan metabolisme hingga kecanduan gula.

Bagi anak-anak yang sedang berada dalam masa pemberian MPASI (makanan pendamping ASI), yakni usia kisaran 6 bulan hingga 12 bulan, gula tambahan boleh diberikan maksimal lima persen dari total kalori harian.

"Untuk anak-anak yang lebih besar (batasan gula) 25 gram per hari," jelas dia.

2 dari 2 halaman

Denta mengimbau orangtua untuk lebih jeli dalam membaca label gizi pada minuman berpemanis dalam kemasan agar asupan gula yang dikonsumsi anak tidak berlebihan.

Makanan atau minuman yang terkesan menyehatkan, kata dia, juga perlu diamati label gizinya secara seksama untuk mengetahui seberapa besar kandungan gula. Sebagai contoh, kandungan gula dari susu segar dengan susu yang berperisa akan menunjukkan hasil yang berbeda.

Orangtua patut lebih bijak dalam memilih makanan dan minuman dalam kemasan yang baik untuk dikonsumsi buah hati.

"Kita harus lebih detail memperhatikan gula yang tersembunyi di balik minuman yang dikonsumsi anak-anak," kata dia.

Dia menjelaskan ketika ada asupan gula yang berlebihan dari luar tubuh, maka gula tersebut akan disimpan dalam bentuk lemak. Terlalu banyak mengonsumsi gula punya dampak jangka pendek berupa gangguan metabolisme yang membuat seseorang menjadi mudah lelah.

"Orang lebih mudah lelah kalau banyak gula karena metabolisme energi tidak optimal," terangnya.

Baca juga:
Ini Alasan Mengapa Asupan Air sangat Penting bagi Tumbuh Kembang Anak
Ketahui Kapan Orangtua Mulai Bisa Beri Jus Buah untuk Anak?
Pakar Wanti-Wanti Bahaya Kelebihan Gula pada Anak, Picu Sindrom Metabolik
Penyakit Jantung Bawaan Bisa Dikenali dari Gejala yang Muncul

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini