Kendati Antibodi Menurun, Vaksin Tetap Beri Perlindungan Secara Efektif dari COVID-19

Jumat, 13 Agustus 2021 08:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Kendati Antibodi Menurun, Vaksin Tetap Beri Perlindungan Secara Efektif dari COVID-19 ilustrasi vaksin. ©2012 diena.lv

Merdeka.com - Usai mendapat dosis kedua vaksin Sinovac, setelah beberapa waktu antibodi bakal menurun, namun vaksin tersebut masih akan bekerja di tubuh kita. Hal ini tidak berarti bahwa perlindungan terhadap COVID-19 bakal menjadi kembali lemah seiring waktu.

"Antibodi bisa turun tapi selama ada sel memori yang mengingat antigen COVID-19, begitu tertular virus COVID-19, tubuh akan membentuk kembali antibodi untuk memberikan perlawanan," ucap Juru Bicara Vaksinasi COVID-19, dr. Siti Nadia Tarmizi.

Vaksin membentuk sistem imun yang bersifat adaptif yang didalamnya terdapat sel memori dan antibodi. Itulah mengapa vaksin dianggap tetap efektif walaupun terjadi penurunan titer antibodi.

"Sel memori akan bekerja dan merespons apabila terjadi paparan terhadap antigen COVID-19. Dengan adanya sistem imun yang adaptif, ia akan lebih sigap dan lebih cepat menetralisir ketika virus masuk," jelas Nadia.

Sel memori dan antibodi yang terbentuk usai vaksinasi juga bisa berfungsi untuk meringankan gejala apabila terpapar COVID-19. Sehingga, kemungkinan terjadinya penularan juga semakin mengecil.

"Bagi orang yang sudah divaksin, ia jadi punya sistem pertahanan untuk melawan virus COVID-19. Kalau nantinya virus itu masuk kedalam tubuhnya, itu bisa dilawan dengan cepat dan dinetralisir," jelas Siti.

2 dari 2 halaman

Target Vaksinasi Minimal 70 Persen

Apabila tiap orang memiliki pertahanan yang sama, kemudian virus akan menjadi lebih sedikit. Sehingga terjadinya penularan bisa dihentikan.

"Lama-lama itulah yang disebut dengan kekebalan kelompok dan benteng pertahanan bersama. Karena si virus ini tidak bisa menembus lagi dan mendapatkan sel manusia untuk berkembang biak," tambahnya.

Dengan benteng pertahanan yang sudah dibentuk, orang-orang yang belum divaksinasi juga akan ikut terlindungi. Mengingat sebagian besar populasi sudah divaksinasi.

"Itu kenapa kita harus memvaksinasi minimal 70 persen penduduk Indonesia. Dengan begitu, kita bisa melindungi sisa penduduk Indonesia yang tidak bisa mendapatkan vaksinasi," ucap Nadia.

Reporter: Diviya Agatha
Sumber: Liputan6.com [RWP]

Baca juga:
Kenali Coronasomnia, Insomnia yang Terjadi Akibat COVID-19
Ketahui Perbedaan antara Orang Sudah Divaksinasi dan Belum ketika Positif COVID-19
Jangan Lengah! Hindari Buka Masker Walau Hanya Sebentar untuk Berfoto
Terlambatnya Vaksinasi COVID-19 Dosis Kedua Tidak Pengaruhi Efektivitas Vaksin
Bolehkah Ibu Menyusui Mengonsumsi Obat seperti Pasien COVID-19 Lainnya?
Tak Miliki Oximeter, Pasien Isolasi Mandiri Bisa Hitung Napas Sebagai Gantinya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini