Kenapa bayi berhenti menangis saat digendong?

Reporter : Rizqi Adnamazida | Jumat, 19 April 2013 13:21
Kenapa bayi berhenti menangis saat digendong?
Ilustrasi bayi menangis. ©shutterstock.com/txking

Merdeka.com - Tangisan bayi biasanya bisa berhenti setelah digendong dan diayun-ayunkan. Kenapa? Peneliti dari Jepang pun berhasil menemukan jawabannya.

Menurut para peneliti, ketika bayi digendong, detak jantungnya menjadi lebih lambat. Sehingga secara otomatis, bayi merasa tenang dan berhenti menangis. Meskipun demikian, gendongan tidak bisa sembarangan dilakukan pada bayi yang menangis.

Sebenarnya tujuan peneliti menganalisis hal ini adalah untuk mengetahui respon pada sistem saraf dan regulasi kardiak bayi yang digendong. Peneliti dari RIKEN Brain Science Institute pun menyampaikan kalau menggendong bayi merupakan interaksi penting antara ibu dan bayi.

Dengan menggunakan teknologi mesin ECG, peneliti mengukur aktivitas elektrik dari jantung. Mereka kemudian menemukan bahwa detak jantung bayi menjadi lebih lambat saat digendong.

"Meskipun penelitian ini melibatkan bayi dan ibunya, tidak menutup kemungkinan bahwa pengasuh juga bisa menenangkan bayi yang menangis saat menggendongnya," terang Dr Kumi Kuroda, seperti yang dikutip dari Daily Mail.

Dr Kuroda pun berharap penelitian ini bisa dijadikan indikasi penting tentang cara orang tua mengasuh anaknya. Sebab jika menangis dan tidak berusaha ditenangkan, ada kemungkinan bayi atau anak mengalami penganiayaan dari orang tuanya.

Hasil penelitian tersebut lantas dilaporkan dalam jurnal Current Biology.

Baca juga:
Ibu hamil aman minum alkohol?
Cara mengatasi bau badan pasca melahirkan
Angka kematian ibu Indonesia salah satu yang tertinggi di Asia
Bercinta saat hamil, amankah?
Buah ini baik dikonsumsi saat hamil

[riz]

Rekomendasi Pilihan


Komentar Anda



BE SMART, READ MORE