Kenali Ranitidin, Obat Lambung yang Peredarannya Kini Diawasi NDMA

Selasa, 8 Oktober 2019 10:28 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Kenali Ranitidin, Obat Lambung yang Peredarannya Kini Diawasi NDMA Ilustrasi minum obat. Shutterstock/Brian A Jackson

Merdeka.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) baru saja menarik produk ranitidin yang terkontaminasi N-Nitrosodimethylamine (NDMA). Penarikan ini diumumkan pada Sabtu (5/10) lalu setelah sebelumnya di Amerika Serikat disebut terjadinya pencemaran NDMA pada Ranitidin ini pada 13 September 2019 lalu.

"Berdasarkan nilai ambang batas cemaran NDMA yang diperbolehkan, Badan POM memerintahkan kepada industri farmasi pemegang izin edar produk tersebut untuk melakukan penghentian produksi dan distribusi serta melakukan penarikan kembali (recall) seluruh bets produk dari peredaran (terlampir)," terang BPOM dalam akun instagram @bpom_ri.

Ranitidin sendiri merupakan obat yang sebelumnya telah mendapat persetujuan untuk diedarkan di Indonesia sejak tahun 1989. Obat ini biasa digunakan untuk mengatasi gejala penyakit tukak lambung dan tukak usus.

Penarikan sejumlah produk ranitidin diketahui karena berada di atas nilai ambang batas cemaran NDMA yang diperbolehkan yaitu 96 ng/hari (acceptable daily intake). Konsumsi ranitidin di atas ambang batas secara terus-menerus dalam jangka lama bisa membuat bahan ini memicu kanker.

Sejumlah produk yang ditarik dari pasaran adalah Ranitidine berbentuk cairan injeksi 25 mg/mL keluaran PT Phapros tbk, Zantc cairan injeksi 25 mg/mL keluaran PT Glaxo Wellcome Indonesia (sukarela ditarik sendiri oleh perusahaan), Rinadin sirup 75 mg/5mL keluaran PT Global Multi Pharmalab, serta Indoran cairan injeksi keluaran PT Indofarma. Saat ini BPOM juga masih melakukan riset lebih lanjut.

Catatan:

Sebelumnya kami telah salah menulis PT Phapros sebagai PT Pharos. Pertanyaan tersebut salah karena yang benar adalah PT Phapros. Pernyataan ini sebagai permintaan maaf dan klarifikasi dari Redaksi Merdeka. Terima kasih.

Baca Selanjutnya: Cara Kerja Ranitidin di Lambung...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. BPOM
  3. Lambung
  4. Obat Sakit Lambung
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini