Kenali Gejala Alergi Susu Sapi yang Mungkin Dialami Anak

Kamis, 1 Juli 2021 09:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Kenali Gejala Alergi Susu Sapi yang Mungkin Dialami Anak Ilustrasi Anak Minum Susu. ©Shutterstock.com

Merdeka.com - Sejumlah alergi mungkin dialami oleh anak ketika mengonsumsi sejumlah makanan dan minuman. Terjadinya alergi ini perlu dikenali orang tua secara lebih cepat untuk cegah munculnya masalah.

Prof. Dr. Budi Setiabudiawan, dr., Sp.A(K), M.Kes. dokter anak konsultan alergi imunologi sekaligus Guru Besar Universitas Padjadjaran mengatakan ada tiga gejala yang dapat dikenali saat anak mengalami alergi susu sapi atau protein sapi. Protein sapi merupakan penyebab alergi terbesar kedua di Asia setelah telur.

Di Indonesia anak-anak yang menderita alergi susu sapi mencapai 0,5-7,5 persen, sedangkan di dunia mencapai 1,9-4,9 persen. Anak yang mengalami alergi harus ditangani sedini mungkin agar dapat diberikan pengobatan yang optimal sehingga tidak menghambat tumbuh kembangnya.

"Yang harus dilakukan orangtua adalah mengenali sedini mungkin untuk mendeteksi apakah anak ini alergi atau bukan. Kalau sudah mengenali sedini mungkin, berarti harus segera dikonsultasikan ke dokter agar anak dapat tumbuh kembang yang optimal," kata Prof. Budi beberapa waktu dilansir dari Antara.

Prof. Budi menyebutkan ada tiga gejala yang muncul saat anak mengalami alergi yakni ringan, sedang dan berat. Alergi juga dapat mengenai tiga organ tubuh seperti pencernaan, pernapasan dan kulit.

2 dari 2 halaman

Kenali Gejala Alergi yang Muncul

Untuk organ pencernaan, gejala alergi yang muncul seperti kolik, muntah dan paling banyak adalah diare atau dialami oleh 53 persen anak yang menderita alergi susu sapi. Pada organ pernapasan, gejala alergi yang muncul seperti batuk-batuk, asma atau rhinitis. Sedangkan pada organ kulit, biasanya muncul ruam, gatal atau eksim.

"Untuk gejala pernapasan perlu dilihat, anak ini batuknya sepanjang hari atau di pagi-malam saja. Kalau ada panas, berarti dia infeksi bukan alergi," ujar Prof. Budi.

"Terus perhatikan bagaimana ingusnya, dia bening atau berlendir. Yang paling penting harus ke dokter, jangan diagnosa sendiri, kalau kita tahu pemicunya kita jadi bisa mengendalikan supaya tumbuh kembangnya optimal," lanjut Prof. Budi.

Prof. Budi mengatakan penting bagi orangtua untuk mendeteksi dan memahami sedini mungkin gejala dari alergi untuk dapat memastikan pemicunya sehingga dapat dilakukan tata laksana yang optimal.

"Kalau sudah ditangani anak dapat melakukan aktivitas sehari-hari, mengembangkan hobi dan bakat sehingga anak berprestasi dan yang paling penting jangan sampai alergi ini muncul, caranya dengan melakukan pencegahan," tandasnya. [RWP]

Baca juga:
Saat Anak Bergejala Covid-19, Lakukan Hal Ini
Tips Jauhkan Si Kecil dari Covid-19 Varian Delta
Sejumlah Hal yang Penting Diketahui Orangtua dalam Pemberian MPASI Anak
Bayi Juga Bisa Menggunakan Hand Sanitizer Asal Seperti Ini

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kesehatan Anak
  3. Nutrisi
  4. Alergi
  5. Parenting
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini