Kenali Fakta dan Mitos yang Muncul Terkait Transplantasi Ginjal

Senin, 14 September 2020 07:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Kenali Fakta dan Mitos yang Muncul Terkait Transplantasi Ginjal Ilustrasi ginjal. ©2012 Shutterstock/Sebastian Kaulitzki

Merdeka.com - Masalah ginjal merupakan salah satu hal yang cukup menjadi perhatian bagi banyak orang. Untuk mengatasi masalah lebih lanjut terkait kondisi ini, terdapat metode transplantasi ginjal yang bisa dilakukan.

Transplantasi ginjal yang kini ditawarkan sebagai pilihan terapi bagi pasien penyakit gagal ginjal kronik (PGK) masih lekat dengan sederet mitos, salah satunya hanya bisa dilakukan setelah pasien melakukan cuci darah. Menurut Pokja Transplantasi Ginjal RSCM, Departemen Urologi FKUI- RSCM, Dr. dr. Nur Rasyid terapi ini sudah bisa dilakukan sebelum pasien membutuhkan prosedur cuci darah.

"Dari awal sudah bisa dilakukan, bahkan orang yang sudah mengalami gagal ginjal stadium lima, kami harus siapkan untuk hemodialisis atau peritonial dialisis atau transplantasi. Kalau langsung memilih transplantasi, maka angka harapan hidup, kualitas ginjal lebih baik," ujarnya beberapa waktu lalu dilansir dari Antara.

Mitos lainnya, transplantasi ginjal berguna hanya untuk pasien yang muda. Padahal prosedur ini bermanfaat untuk semua pasien baik tua atau muda. Data statistik dari RSCM menujukkan, banyak pasien yang menjalani transplantasi ginjal berusia 60 tahun dan lebih tua asalkan angka harapan hidupnya 10 tahun.

"Jadi kalau ada usia 70 tahun ditransplantasi, karena dalam keluarga itu orang-orangnya berusia 90, 100 tahun. Maka dia berhak menjadi resipien," tutur Rasyid.

Baca Selanjutnya: Kemudian menyoal harga Ada pendapat...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini