Kenali 3 Aspek yang Perlu Diperhatikan dalam Pemberian MPASI

Senin, 24 Mei 2021 09:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Kenali 3 Aspek yang Perlu Diperhatikan dalam Pemberian MPASI ilustrasi bayi makan. ©www.dailymail.co.uk

Merdeka.com - Pada saat anak berusia 6 hingga 23 bulan, pemberian air susu ibu (ASI) saja tidak cukup. Perlu adanya makanan pendamping air susu ibu (MPASI) mengingat kalori ASI saja tidak cukup.

Seperti disampaikan Dokter spesialis anak dari RSIA Limijati Bandung, Jawa Barat, Frecillia Regina. Menurutnya, orangtua perlu mengetahui konsep dasar MPASI yang tercantum dalam beberapa pedoman resmi seperti Guiding Principle for Complementary Feeding of The Breastfeed Child dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Unicef.

“Contoh konsep dasarnya, anak harus berkembang secara normal dulu kalau mau dia makan dengan benar. Kemudian, bermain tekstur secara bertahap,” ujar Frecillia dalam seminar daring kanal YouTube Dr. Tan & Remanlay Institute beberapa waktu lalu.

Perkembangan anak dapat dilihat dari respons yang diberikan mulai usia 0 sampai 6 bulan. Di usia 4 sampai 6 bulan anak menunjukkan respons membuka mulut ketika sendok didekatkan dan mampu memindahkan makanan dari sendok ke mulut.

Pada usia 6 sampai 9 bulan bayi dapat memindahkan makanan dari satu sisi mulut ke sisi lainnya, gigi mulai tumbuh, dan bayi dapat menelan tekstur yang lebih kental. Di usia ini anak sudah bisa mulai diberi MPASI dengan tekstur saring (puree) kemudian lanjut pada tekstur lumat (mashed).

Frekuensi pemberian MPASI di usia 6 sampai 9 bulan adalah 2 sampai 3 kali besar dan 1 sampai 2 kali makan selingan. Sedang, banyaknya makanan dalam satu porsi adalah 3 sendok makan hingga setengah mangkuk ukuran 250 ml.

Baca Selanjutnya: 9 Sampai 12 Bulan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini