Kebiasaan Main Gim Bisa Buat Anak Perempuan Kesulitan dalam Melakukan Hubungan Sosial

Jumat, 26 April 2019 13:08 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Kebiasaan Main Gim Bisa Buat Anak Perempuan Kesulitan dalam Melakukan Hubungan Sosial Ilustrasi anak bermain game. © Telegraph.co.uk

Merdeka.com - Bagi para pemain video gim, efek yang ditimbulkan bisa berbeda tergantung pada jenis kelaminnya. Sebuah penelitian mengungkap bahwa pada anak perempuan, video gim bisa menyebabkan masalah pada perkembangan sosial mereka sedangkan hal yang sama tidak terjadi pada anak laki-laki.

Dilansir dari NY Post, diketahui bahwa anak-anak dengan rentang usia 8 hingga 10 tahun yang kesulitan memiliki teman cenderung bakal lebih banyak bermain gim pada dua tahun selanjutnya. Hasil penelitian ini didapat dari 870 anak dengan rentang usia 6 hingga 12 tahun.

Dari penelitian tersebut, diketahui bahwa orangtua dan guru mengetahui bahwa anak laki-laki yang bermain gim tidak akan mengalami efek buruk pada kehidupan sosial mereka. Namun seorang anak perempuan yang sering bermain gim bakal mengalami perkembangan sosial lebih buruk dua tahun mendatang dibanding anak perempuan yang lebih sedikit bermain.

Menurut peneliti di Amerika Serikat dan Norwegia, terhambatnya perkembangan kemampuan sosial anak perempuan yang bermain gim disebabkan karena mereka dijauhi oleh anak perempuan lain. Disebut juga bahwa penyebab seorang anak banyak bermain gim lebih penting dibanding dampak dari bermain gim itu sendiri.

"Hasil temuan kami mungkin bisa mengurangi beberapa dampak efek merugikan dari bermain gim terhadap perkembangan anak," ujar ketua peneliti, Dr. Beate Wold Hygen, dari Norwegian University of Science and Technology (NTNU).

"Bukan hanya perilaku bermain gim ini sendiri yang harus menjadi perhatian kita, namun alasan bagi sejumlah anak dan remaja menghabiskan waktu senggang mereka untuk bermain gim," sambungnya.

Penelitian ini juga melihat waktu yang dihabiskan untuk bermain gim bersama teman atau sendiri. Seseorang yang bermain gim sendirian atau dengan orang asing ketika online cenderung memiliki lebih sedikit kesempatan untuk membina hubungan yang berarti.

Indeks Massa Tubuh (IMT) seorang anak juga dilihat dalam penelitian ini karena seorang anak perempuan yang kelebihan beban cenderung untuk menjadi pemain gim. Anak yang gemuk juga cenderung memiliki masalah dalam mengembangkan keterampilan sosial.

"Mungkin karena kompetensi sosial yang rendah ini maka anak muda tersebut cenderung bermain video gim dalam jangka waktu lama," ungkap peneliti, Professor Lars Wichstrøm, dari NTNU.

"Bahwa anak muda yang kesulitan secara sosial mungkin lebih cenderung bermain gim untuk memenuhi kebutuhan mereka dan keinginan mereka untuk menguasai sesuatu karena bermain gim mudah diakses dan mungkin lebih mudah bagi mereka dibanding berinteraksi tatap muka," sambungnya.

Penelitian ini dilakukan terhadap anak usia 10 dan 12 tahun mengenai seberapa banyak mereka bermain gim menggunakan tablet, komputer, konsol gim, serta ponsel. Seluruh partisipan ini diminta mengisi kuisioner mengenai beberapa hal termasuk kemampuan sosial mereka. [RWP]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini