Kebiasaan Berbicara Dua Bahasa Secara Aktif Diketahui Bisa Mencegah Masalah Kognitif

Jumat, 25 September 2020 19:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Kebiasaan Berbicara Dua Bahasa Secara Aktif Diketahui Bisa Mencegah Masalah Kognitif Ilustrasi orang tua. ©2012 Shutterstock/frantab

Merdeka.com - Indonesia merupakan salah satu negara dengan penutur dua bahasa yang cukup tinggi. Setidaknya warga Indonesia bisa berbicara bahasa Indonesia serta satu bahasa daerah yang mereka miliki.

Kebiasaan berbicara dua bahasa atau bilingual ini ternyata diketahui bisa berdampak manfaat bagi seseorang. Dilansir dari Medical Xpress, penelitian yang dilakukan di Universitat Oberta de Catalunya (UOC) dan Pompeu Fabra University (UPF) mengungkap bahwa penggunaan dua bahasa ini bisa berdampak pada otak.

Hasil penelitian ini telah dipublikasikan pada jurnal Neuropsychologia. Diketahui bahwa menggunakan dua bahasa secara aktif bisa memberi manfaat neurologis dan melindungi seseorang dari masalah kognitif yang disebabkan oleh penuaan serta demensia.

"Tingkat demensia pada negara di mana lebih dari satu bahasa dituturkan diketahui 50 persen lebih rendah dibanding pada tempat di mana hanya ada satu bahasa untuk berkomunikasi," terang Marco Calabria, profesor dari UOC.

Penelitian ini melibatkan 63 individu sehat, 135 pasien dengan masalah kognitif ringan, serta 68 penderita Alzheimer's. Penelitian dilakukan di kota Barcelona di mana bahasa Spanyol dan Kataunya dituturkan oleh penduduk di kota tersebut.

Baca Selanjutnya: Peneliti menggunakan kuisioner untuk mengukur...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini