Jangan Diabaikan! Ini 8 Barang Rumah Tangga Yang Wajib Dibersihkan Agar Tidak Menumpuk Kuman
Kebersihan pangkal kesehatan, untuk itu sangat penting menjaga kebersihan terutama kebersihan barang di rumah.
Menjaga kebersihan merupakan bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Lingkungan yang bersih tidak hanya menciptakan kenyamanan, tetapi juga berdampak positif pada kesehatan fisik dan mental. Rumah yang terjaga kebersihannya akan memberikan semangat lebih dalam menjalani aktivitas. Sebaliknya, jika dibiarkan kotor dan penuh kuman, bukan hanya tampilan yang tidak menyenangkan, tetapi juga berisiko menimbulkan berbagai penyakit.
Sayangnya, banyak orang masih mengabaikan kebersihan barang-barang tertentu yang sebenarnya menjadi sarang bakteri. Barang-barang ini sering digunakan setiap hari, tetapi jarang dibersihkan secara rutin. Tanpa disadari, kuman dan bakteri berkembang biak dengan cepat di permukaannya, meningkatkan risiko infeksi dan gangguan kesehatan lainnya.
Dikutip dari Bright Side, terdapat delapan barang yang sebaiknya dibersihkan setiap hari agar rumah tetap higienis dan terbebas dari kuman penyebab penyakit. Apa saja barang-barang tersebut? Simak penjelasannya berikut ini.
1. Toilet: Sarang Bakteri yang Tak Terlihat
Toilet adalah salah satu tempat paling kotor di rumah. Tidak hanya di dalam kloset, tetapi juga di sekitar area wastafel dan lantai kamar mandi. Menurut penelitian, bakteri Escherichia coli (E. coli) bisa menyebar hingga dua meter dari toilet setiap kali disiram.
Oleh karena itu, membersihkan toilet secara rutin sangat dianjurkan. Gunakan sikat khusus dan cairan pembersih untuk menyikat kloset, lantai, dan permukaan lainnya setidaknya seminggu sekali. Selain itu, pastikan bak mandi tertutup dan dikuras secara rutin agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan nyamuk.
2. Lap dan Spons Cuci Piring: Sarang Kuman di Dapur
Dapur sering kali menjadi tempat berkembangnya bakteri berbahaya seperti Salmonella dan E. coli. Penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 75% spons dan lap piring mengandung bakteri yang dapat menyebabkan penyakit. Sebagai perbandingan, hanya 9% bakteri yang ditemukan di keran kamar mandi.
Untuk mencegah penyebaran kuman, spons cuci piring harus direndam dalam air mendidih atau dipanaskan dalam microwave selama dua menit setiap hari. Selain itu, spons dan lap piring sebaiknya diganti secara berkala agar tidak menjadi sarang bakteri yang berbahaya bagi kesehatan.
3. Kulkas: Penyimpanan Makanan yang Harus Tetap Higienis
Sebagai tempat penyimpanan makanan, kulkas harus selalu dalam kondisi bersih. Jika tidak, bakteri bisa berkembang biak dan mencemari makanan yang disimpan di dalamnya. Setidaknya, lakukan pembersihan menyeluruh pada kulkas sebanyak empat kali setahun dan bersihkan bagian dalamnya setiap minggu dengan kain basah.
Selain itu, pastikan makanan yang disimpan dalam kulkas tertutup rapat untuk menghindari kontaminasi silang. Periksa juga makanan yang sudah kedaluwarsa atau berjamur agar tidak mencemari bahan makanan lainnya.
4. Kompor: Sering Terabaikan, Padahal Berbahaya
Kompor adalah salah satu bagian dapur yang sering diabaikan kebersihannya. Sisa makanan yang menempel atau tumpahan minyak yang tidak segera dibersihkan bisa menjadi tempat berkembangnya mikroba berbahaya.
Menurut Melissa Maker, seorang ahli kebersihan, kompor sebaiknya dibersihkan setiap kali selesai digunakan. Gunakan cairan pembersih khusus dan kain mikrofiber agar kotoran tidak menumpuk. Sedangkan untuk oven, baik bagian dalam maupun luar, sebaiknya dibersihkan setiap tiga bulan sekali atau segera setelah ada makanan yang terbakar.
5. Mesin Cuci: Tidak Bersih, Justru Menjadi Sarang Kuman
Banyak orang menganggap mesin cuci selalu bersih karena sering digunakan untuk mencuci pakaian. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa mesin cuci dapat menyimpan berbagai jenis kuman dan jamur.
Untuk mencegah pertumbuhan bakteri, disarankan untuk mengosongkan tabung mesin cuci setelah digunakan, lalu membersihkannya dengan air panas dan secangkir pemutih setidaknya seminggu sekali. Selain itu, jangan biarkan pakaian basah terlalu lama di dalam mesin cuci, karena dapat memicu pertumbuhan jamur.
6. Wastafel: Bukan Hanya untuk Mencuci Tangan
Wastafel sering kali dipenuhi sisa makanan dan sabun yang menempel di permukaannya. Jika dibiarkan, kotoran ini bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur yang membahayakan kesehatan.
Untuk menjaga kebersihannya, wastafel harus dibersihkan setiap hari dengan cairan pembersih khusus. Gunakan juga larutan pemutih untuk membersihkan bagian saluran air guna mencegah timbulnya bau tidak sedap.
7. Sisir: Tidak Hanya untuk Rambut, Tapi Juga Menyimpan Kotoran
Sisir sering kali luput dari perhatian, padahal benda ini menyimpan banyak kotoran, minyak, dan sel kulit mati. American Academy of Dermatology mengungkapkan bahwa seseorang kehilangan antara 50 hingga 100 helai rambut setiap hari, yang kemudian bisa menumpuk di sisir dan menjadi sarang bakteri.
Sisir sebaiknya dibersihkan setidaknya setiap dua hingga tiga minggu sekali. Jika sering menggunakan produk perawatan rambut seperti gel atau hairspray, maka sisir harus dicuci setiap minggu agar tetap bersih dan higienis.
8. Ponsel dan Kunci: Benda yang Sering Disentuh, Tapi Jarang Dibersihkan
Ponsel adalah salah satu benda yang paling sering kita sentuh setiap hari. Namun, tanpa disadari, layar ponsel bisa menjadi tempat berkembangnya kuman dan bakteri. Jika tidak dibersihkan, kuman dari ponsel bisa berpindah ke wajah dan tangan, meningkatkan risiko infeksi.
Oleh karena itu, disarankan untuk membersihkan ponsel dengan cairan khusus setiap hari. Begitu pula dengan kunci rumah atau kendaraan, yang sering disentuh tetapi jarang dibersihkan. Dengan menjaga kebersihannya, risiko penyebaran kuman dapat dikurangi secara signifikan.