Insomnia sebabkan perubahan fungsi pada otak

Senin, 2 September 2013 12:08 Reporter : Kun Sila Ananda
Insomnia sebabkan perubahan fungsi pada otak Ilustrasi insomnia. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock/Twin Design

Merdeka.com - Tak cukup tidur memang bisa menyebabkan seseorang mengalami masalah kesehatan, begitu juga dengan insomnia. Namun baru-baru ini peneliti menemukan bahwa insomnia tak hanya mempengaruhi kesehatan, melainkan juga mengubah fungsi otak manusia.

Peneliti mengungkap bahwa insomnia membuat seseorang kesulitan mengaktifkan bagian otak yang berkaitan dengan ingatan jangka pendek. Selain itu, otak orang yang mengalami insomnia juga terlihat kurang efektif saat bekerja dibandingkan dengan orang yang tidak mengalami insomnia.

"Berdasarkan hasil ini, tak heran jika orang yang mengalami insomnia merasa mereka harus berusaha lebih keras untuk menyelesaikan pekerjaan dibanding dengan orang yang tidak memiliki insomnia," ungkap peneliti Sean Drummond dari University of California, seperti dilansir oleh Live Science (30/08).

Meski hal ini mempengaruhi performa dan efektivitas kerja partisipan, namun kemampuan mereka dalam tugas yang berkaitan dengan ingatan jangka pendek masih baik dan tak jauh berbeda dengan partisipan yang tak mengalami insomnia.

Penelitian ini dilakukan pada 25 orang yang mengalami insomnia dan 25 orang yang tak mengalami insomnia dan tidur cukup setiap malam. Peneliti melakukan scan otak MRI ketika mereka mengerjakan tugas yang berkaitan dengan ingatan jangka pendek. Hasilnya, partisipan dengan insomnia menunjukkan aktivitas yang rendah pada bagian otak yang berkaitan dengan ingatan dibandingkan dengan partisipan yang tidur cukup.

Ketika tes semakin sulit, otak partisipan yang tak mengalami insomnia menunjukkan aktivitas yang lebih banyak melibatkan bagian lain otak. Sementara pada partisipan yang mengalami insomnia, aktivitas otak masih tetap rendah.

Drummond menjelaskan bahwa data tersebut mengungkap alasan mengapa orang yang mengalami insomnia kesulitan tidur saat malam dan otak mereka tak bekerja terlalu efektif d siang hari. Peneliti berencana melakukan penelitian lebih lanjut untuk melihat apakah hal ini juga berlaku pada orang yang kesulitan tidur namun tidak mengalami insomnia. [kun]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini