Ini Perbedaan Gejala antara Infeksi Virus Corona dengan Flu atau Selesma

Senin, 10 Februari 2020 08:41 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Ini Perbedaan Gejala antara Infeksi Virus Corona dengan Flu atau Selesma ilustrasi flu. ©villagepharmacyhampstead.com

Merdeka.com - Banyak orang yang kebingungan membedakan gejala antara flu atau selesma dengan Novel coronavirus (2019-nCoV) atau biasa disebut virus corona. Keduanya memiliki gejala yang disebut sama sehingga sulit dibedakan.

Walaupun begitu, dokter spesialis paru Agus Dwi Susanto mengungkapkan bahwa selesma, flu, maupun infeksi virus corona tetap memiliki perbedaan secara gejala infeksi.

Dalam pemaparannya di sebuah temu media di Cikini, Agus mengungkapkan bahwa selesma atau common cold umumnya disebabkan oleh virus seperti rhinovirus atau human coronavirus. Sementara flu, disebabkan oleh virus influenza.

"Biasanya flu lebih cepat. Kalau dia gejalanya cepat seperti demam, sakit kepala atau pinggang, bahkan nyeri-nyeri sendi, lemas, ini biasanya influenza," kata Agus yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PP-PDPI) ini.

1 dari 1 halaman

Common Cold dan Infeksi Novel Coronavirus

Sementara itu, common cold biasanya disertai dengan nyeri tenggorokan, meriang, terbatuk-batuk, serta hidung mampet bahkan di kedua bagiannya sehingga harus bernapas dari mulut.

"Ini modelnya rhinovirus atau coronavirus. Biasanya kalau influenza lebih ringan," kata Agung menjelaskan. Di sisi lain, untuk novel coronavirus, gejalanya hampir mirip dengan keduanya. Namun di sini, ada satu gejala khas yaitu sesak napas.

"Nah, yang terbaru ini ada gejala disertai dengan diare. Kalau flu biasa jarang-jarang ada diare," kata Agus. Yang pasti, gejala umum dari infeksi novel coronavirus adalah batuk, pilek, demam, dan sesak napas.

"Dan pada kasus yang lebih berat, lama-lama akan terjadi progresivitas infeksi masuk ke paru, terjadilah pneumonia," ujarnya.

Jika dibandingkan dengan virus corona baru, selesma dan influenza jarang menyebabkan pneumonia dan bisa sembuh dengan sendirinya. Hanya infeksi novel coronavirus saja yang bisa berlanjut ke pneumonia bahkan mampu berakhir dengan kematian.

"Sama seperti SARS, MERS-CoV, juga komplikasinya cepat yang berlanjut jadi pneumonia," tandasnya.

Reporter: Giovani Dio Prasasti
Sumber: Liputan6.com [RWP]

Baca juga:
CEK FAKTA: Tidak Benar Enam WNI di Kepri Terpapar Virus Corona
Pakar Sebut Virus Influenza Lebih Mematikan Dari Virus Corona, Infeksi 19 Juta Orang
Benarkah Obat HIV dan Flu Bisa Sembuhkan Corona? Ini Faktanya
Waspadai Virus Corona, Banyak Pasien Flu Biasa yang Periksakan Diri ke Dokter
Benarkah Traveller Tidak Perlu Vaksin Flu Ketika Bepergian?

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini