Ini Alasan Mengapa Sebaiknya Tidak Membungkus Makanan Sisa Menggunakan Aluminium Foil

Rabu, 18 Agustus 2021 20:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Ini Alasan Mengapa Sebaiknya Tidak Membungkus Makanan Sisa Menggunakan Aluminium Foil Ilustrasi aluminium foil. google

Merdeka.com - Pada makanan yang tidak habis untuk dikonsumsi dalam satu hari kita biasanya akan menyimpannya untuk dimakan kemudian. Beberapa cara biasanya dilakukan untuk menyimpan makanan, baik memasukkannya ke dalam kotak atau menutupnya menggunakan kertas bungkus maupun aluminium foil.

Menutup makanan sisa menggunakan aluminium foil kemudian memasukkannya ke kulkas merupakan cara yang mudah untuk dilakukan. Namun, walau cara ini biasa dilakukan untuk makanan, tetapi sebenarnya terdapat bahaya yang mengancam.

Dilansir dari The Healthy, pada makanan yang ditutup menggunakan aluminium foil, sesungguhnya hal yang terjadi sama ketika makanan tidak ditutup sama sekali. Bakteri yang bisa menyebabkan masalah kesehatan dari makanan bisa memproduksi racun dan tidak dapat sirna walau dimasak menggunakan suhu tinggi.

Pada saat makanan dengan suhu panas dibiarkan pada temperatur ruangan lebih dari dua jam, bakteri dapat tumbuh dengan cepat. Untuk mencegahnya, kita perlu menutup makanan dengan rapat dan kedap udara.

Sayangnya, aluminium foil sama sekali tak membantu dalam menurunkan risiko ini. Pasalnya, menutup makanan dengan menggunakan aluminium foil sama sekali tidak melindungi makanan dari udara.

"Ketika udara hadir, bakteri bisa tumbuh lebih cepat sehingga sebaiknya kamu menggunakan wadah yang tepat dan mengemasnya secara benar," terang Lindsay Malone, pakar diet dari Cleveland Clinic.

"Jika tidak, makananmu tidak akan bisa bertahan lama," sambungnya.

2 dari 2 halaman

Cara Menyimpan Makanan yang Tepat

Malone mengungkap cara yang tepat dilakukan untuk menyimpan makanan sisa. Dia mengungkap agar menyimpan makanan pada wadah yang dangkal dan kedap udara untuk mempercepat pendinginan makanan dan menjaga agar bakteri jauh dari makanan.

Pastikan juga untuk menyimpan makanan di kulkas setidaknya dua jam setelah makan. Batas waktu ini bisa memastikan agar bakteri tidak berkembang dengan ganas pada makanan yang kamu masak.

Produk olahan susu dan daging merupakan makanan yang lebih rentan terhadap munculnya bakteri. Oleh karena itu, penting untuk menyimpan makanan sisa pada wadah kedap udara dan pastikan membuang makanan yang sudah terlalu lama di luar wadah.

"Jika kamu memiliki sisa makanan yang berlimpah, cara paling tepat adalah dengan memisahnya dalam beberapa porsi dan memasukkannya ke kulkas terutama dalam wadah kedap udara," terang Malone.

"Ketika kamu hendak menyantapnya, kamu baru mengeluarkannya dari kulkas," sambungnya. [RWP]

Baca juga:
Mulai Meningkatnya Berat Badan hingga Sembelit, Ini 4 Dampak saat Tubuh Kurang Serat
Anak Usia di Bawah 2 Tahun Disarankan Tidak Mendapat Asupan Serat Terlalu Banyak

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Nutrisi
  3. Fakta Kesehatan
  4. Tips Sehat
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini