Ini Alasan Mengapa Kamu Kalap Makan Terlalu Banyak pada Malam Hari

Kamis, 24 Oktober 2019 06:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Ini Alasan Mengapa Kamu Kalap Makan Terlalu Banyak pada Malam Hari ilustrasi makan berlebih. www.restaurantmealprices.com

Merdeka.com - Pada malam hari, seseorang memiliki kemungkinan untuk makan secara terus-menerus terutama dalam jumlah besar. Anehnya, keinginan makan dalam jumlah banyak ini sebenarnya tidak mereka alami pada siang harinya.

Makan secara berlebihan dan ganas pada malam hari memang bisa dialami oleh siapa saja. Munculnya rasa lapar di malam hari ini juga seing membuatmu makan keripik yang tidak sehat serta makanan olahan.

Rasa lelah dan suntuk yang kamu alami selama seharian biasanya akan membuatmu mencoba mengusirnya di malam hari usai bekerja. Hal ini kemudian membuatmu menjadi makan terlalu banyak dan tak sehat.

Walau begitu, makan terlalu banyak di malam hari ini ternyata juga tidak hanya disebabkan karena masalah yang kamu alami semata. Hormon yang kamu miliki turut memegang peran pada terjadinya kondisi ini.

1 dari 2 halaman

Penyebab Makan Terlalu Banyak di Malam Hari

Dilansir dari Times of India, penelitian mengungkap bahwa lebih mudah utnuk mengontrol nafsu terhadap makanan tidak sehat pada siang hari. Namun pada malam hari, perubahan hormon yang terjadi bisa berdampak pada selera makan sehingga akhirnya kamu makan secara berlebihan.

Selain itu, stres juga memiliki peranan penting dalam terjadinya masalah ini. Diketahui bahwa hormon PYY (peptida tirosin tirosin) yang berhubungan dengan rasa lapar dan kurangnya rasa kenyang lebih turun di malam hari.

Penelitian ini telah dipublikasikan pada International Journal of Obesity. Menurut penelitian ini, diketahui bahwa seseorang cenderung makan terlalu banyak di malam hari karena perubahan hormonal.

Dalam melakukan penelitian ini, dicatat 32 kebiasaan makan dari orang dewasa dengan usia antara 18 hingga 50 tahun. Di antara seluruh partisipan, separuh didiagnosis dengan masalah makan dan seluruhnya kelebihan berat badan.

2 dari 2 halaman

Perbedaan Muncul karena Hormon

Para partisipan diminta untuk terlibat dalam dua percobaan. Pada eksperimen pertama, mereka diminta untuk puasa selama delapan jam sebelum diberi makanan cair pada jam 9 pagi. Sedangkan pada eksperimen kedua, mereka diminta untuk untuk puasa dalam jangka waktu yang sama dan mengonsumsi makanan cair pada jam 4 sore.

Dua jam setelah mengonsumsi makanan, para partisipan diminta untuk menjalani tes stres. 30 menit setelah tes ini, mereka kemudia ditawari berbagai hal dari makanan buffet yang tak sehat.

Pada akhir penelitian, diketahui bahwa partisipan lebih lapar pada malam hari dibanding saat pagi. Hal ini terjadi karena tingkat ghrelin (hormon yang mengatur selera makan) lebih tinggi setelah makan siang, sedangkan hormon PYY (hormon yang mengurangi selera makan) lebih rendah pada malam hari.

Dari hasil penelitian tersebut diketahui secara jelas mengapa seseorang makan lebih banyak pada malam hari. Waktu bisa sangat menentukan selera makan serta stres yang muncul pada seseorang. [RWP]

Baca juga:
Makanan Bakal Terasa Lebih Lezat ketika Sedang Lapar, Ini Penyebabnya
Benarkah Minum Obat Tanpa Air Bisa Munculkan Bahaya?
Dekat dengan Keluarga Saat Remaja Bisa Buat Seseorang Terhindar dari Depresi saat Tua
Manusia Ternyata Memiliki Kemampuan untuk Melakukan Regenerasi Seperti Salamander
Untuk Kebersihan, Cuci Tangan Tidak Harus Selalu Menggunakan Sabun Antiseptik

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini