Ini 11 Kondisi Anak yang Tidak Boleh Ikut Vaksinasi Covid-19

Sabtu, 20 November 2021 05:09 Reporter : Titah Mranani
Ini 11 Kondisi Anak yang Tidak Boleh Ikut Vaksinasi Covid-19 Ilustrasi suntik vaksin pada anak. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI resmi mengeluarkan izin penggunaan vaksin Sinovac untuk anak usia 6 hingga 11 tahun pada Senin (1/11/202).

Tetapi, tidak semua anak bisa disuntik vaksin covid-19. Jika anak memiliki kontraindikasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tidak merekomendasikan untuk dilakukan vaksinasi covid-19.

Hal tersebut tertuang dalam Surat Rekomendasi yang diterbitkan IDAI terkait syarat anak yang boleh mendapatkan vaksin Covid-19.

Dalam surat Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia Pemberian Vaksin Covid-19 (Coronavac®) pada Anak Usia 6 Tahun ke Atas, terdapat 9 kategori anak yang tak boleh divaksin Sinovac. Seperti yang dikutip dari Fimela.com.

Berikut 11 kondisi yang tidak direkomendasikan bagi anak yang memiliki atau mengalami kontraindikasi, sebagai berikut:

1. Defisiensi imun primer, penyakit autoimun tidak terkontrol

2. Penyakit Sindrom Gullian Barre, mielitis transversa, acute demyelinating encephalomyelitis

3. Anak kanker yang sedang menjalani kemoterapi/radioterapi

4. Anak yang sedang mendapat pengobatan imunosupresan/sitostatika berat

5. Sedang mengalami demam 37,50 Celsius atau lebih

6. Anak baru sembuh dari COVID-19 kurang dari 3 bulan

7. Pasca imunisasi lain kurang dari 1 bulan

8. Anak atau remaja sedang hamil

9. Hipertensi tidak terkendali

10. Memiliki hipertensi dan diabetes melitus

11. Memiliki penyakit-penyakit kronik atau kelainan kongenital yang tidak terkendali

2 dari 2 halaman

Rekomendasi di atas juga memberi catatan, imunisasi untuk anak dengan kanker dalam fase pemeliharaan, penyakit kronis atau autoimun yang terkontrol dapat mengikuti panduan imunisasi umum dengan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter penanggung jawab pasien sebelumnya.

Sama seperti dewasa, pemberian imunisasi COVID-19 Coronavac ® pada anak golongan usia 6 tahun ke atas, vaksin CoronoVac ® diberikan secara intramuskular dengan dosis 3ug (0,5 ml) sebanyak dua kali pemberian dengan jarak dosis pertama ke dosis kedua, yaitu 4 minggu.

Pada surat rekomendasi yang diteken Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso dan Sekjen PP IDAI Hikari Ambara Sjakti tertanggal 2 November 2021, IDAI juga mengingatkan, sebelum dan sesudah vaksinasi semua anak tetap memakai masker dengan benar, menjaga jarak, tidak berkerumun.

Lebih lanjut, Ambara menegaskan bahwa rekomendasi dari IDAI terkait pemberian vaksin bersifat dinamis dan bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan serta bukti-bukti ilmiah yang terbaru.

Fimela.com/Hilda Irach [ttm]

Baca juga:
Manfaat Vaksin Setelah Sembuh dari Covid-19
Efek Samping Suntikan Ketiga Vaksin Covid-19
Epidemiolog Imbau Pemerintah Segera Menyuntik Vaksin Booster ke Masyarakat
Update Kasus Harian Covid-19 dan Capaian Vaksinasi per 19 November 2021
Kemenko PMK Sebut Terjadi Kesenjangan Capaian Vaksin di Indonesia
Capaian Vaksinasi Solo Raya Tinggi, Gibran Optimis Tak Ada Lonjakan Covid Akhir Tahun

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini