Ingin Miliki Keturunan Walau Positif HIV, Begini Cara Tidak Tularkan pada Anak

Kamis, 8 Desember 2022 09:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Ingin Miliki Keturunan Walau Positif HIV, Begini Cara Tidak Tularkan pada Anak Ilustrasi HIV AIDS. Shutterstock/wavebreakmedia

Merdeka.com - Bagi penderita HIV/AIDS memiliki keturunan ditakutkan bisa membuat virus ini ditularkan pada calon anak mereka. Pasalnya, penularan virus ini yang memang bisa melalui berbagai cara.

Selain melalui jarum suntik, berhubungan seks menjadi salah satu cara menularkan Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang paling umum. Proses penularan terjadi melalui cairan vagina maupun cairan sperma saat melakukan aktivitas seksual dengan orang dengan HIV.

Namun, adakah jenis hubungan seksual yang paling berisiko menularkan HIV? Jika memang ada, manakah di antaranya yang punya potensi penularan paling tinggi?

Ketua Perhimpunan Dokter Peduli AIDS Indonesia (PDPAI), Dr dr Evy Yunihastuti, SpPD mengungkapkan bahwa sebenarnya semua jenis hubungan seks bisa menularkan HIV. Serta, ada beberapa prinsip yang bisa diterapkan dalam hal ini.

Menurut Evy, individu yang berperan sebagai reseptif atau penerima dianggap lebih berisiko dibandingkan dengan yang insertif atau memasukkan.

"Kemudian hubungan seks lewat anus itu lebih besar risikonya dibandingkan dengan hubungan seks lewat vagina. Jadi tergantung bagaimana caranya," ujar Evy saat media briefing bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) beberapa waktu lalu.

Meski begitu, HIV sendiri bisa diatasi dan dicegah penularannya lewat berbagai upaya. Dengan begitu, orang dengan HIV (ODHIV) masih bisa memiliki kesempatan berhubungan seksual secara aman dan memiliki anak.

2 dari 3 halaman

ARV untuk Membantu Miliki Keturunan

Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan rutin memeriksakan kondisi dan mengonsumsi obat yang dianjurkan oleh dokter. Seperti antiretroviral (ARV), misalnya.

"ARV itu obat yang sangat efektif, kalau diminum secara teratur 90 persen akan sukses dalam enam bulan menurunkan virus jadi tidak terdeteksi. Nah kalau sudah tidak terdeteksi, penelitiannya memang itu risiko penularan sangat kecil," kata Evy.

Evy mengungkapkan bahwa pada pasangan suami istri yang memang ingin memiliki keturunan, ARV dapat diberikan hingga virusnya tidak lagi terdeteksi. Setelah itu, pasutri baru biasanya baru diperbolehkan untuk berhubungan seks tanpa kondom.

"Contohnya pasangan suami istri yang ingin punya keturunan. Jadi biasanya yang ada HIV, kita berikan ARV sampai virusnya tidak terdeteksi. Baru boleh berhubungan seksual tanpa kondom," ujar Evy.

Menurut Evy, ARV sendiri harus diminum seumur hidup lantaran pada ODHIV, dokter tidak bisa menyatakan kesembuhan secara total. Mengingat selain dalam darah, HIV bisa ada pada sumsum tulang maupun kelenjar getah bening.

"Memang minum obatnya harus seumur hidup. Kita tidak bisa bilang sembuh total. Karena obat ARV yang ada bisa menurunkan virus yang ada dalam darah, tapi belum bisa menembus lokasi sumsum tulang, kelenjar getah bening. Ketika dihentikan, virusnya bisa ada di tempat-tempat itu," ujar Evy.

3 dari 3 halaman

Potensi Penularan HIV pada Anak

Dalam kesempatan yang sama, Evy turut menjelaskan bagaimana HIV dapat menular pada anak. HIV dapat ditularkan pada anak melalui ibu, bukan bapak. Proses penularan dapat terjadi lewat plasenta, persalinan, hingga ASI.

"Jadi biasanya dari ibu ketika hamil. Kemudian bisa menular lewat plasenta, persalinan, dan lewat ASI. Karena itu, kalau kita tidak tahu sama sekali, itu risikonya sampai 30-40 persen. Jadi bayi bisa kena," kata Evy.

Meski begitu, Evy menjelaskan, penularan HIV dari ibu ke anak tetap bisa dicegah dengan deteksi dan pengobatan dengan ARV secara rutin tadi. Itulah mengapa wanita juga menjadi salah satu orang yang wajib melakukan tes HIV sebelum hamil.

"Salah satu orang yang wajib ditawarkan tes HIV itu ibu hamil, semua ibu hamil. Kalau kita bisa lakukan pencegahan, risiko 30-40 persen tadi bisa menurun jadi kurang dari satu persen. Sehingga bayinya bisa sehat," ujar Evy.

Reporter: Diviya Agatha
Sumber: Liputan6.com [RWP]

Baca juga:
Hari AIDS Sedunia 1 Desember 2022, Pahami Sejarah hingga Gejalanya
Ketahui Cara Penularan HIV dalam Tubuh dan Pencegahannya, Perlu Diwaspadai
Nyeri Pada Leher Bisa Jadi Tanda-tanda Sakit Ini, Jangan Disepelekan
Mirip Penyakit Biasa, Gejala Awal HIV/AIDS dan Cara Memastikannya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini