Ilmuwan Temukan Cara Unik untuk Membuat Seseorang Lebih Kuat Ketika Berolahraga

Selasa, 9 Juli 2019 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Ilmuwan Temukan Cara Unik untuk Membuat Seseorang Lebih Kuat Ketika Berolahraga Ilustrasi olahraga. ©2018 Merdeka.com/Pixabay

Merdeka.com - Para atlet selalu memiliki tubuh dengan kondisi luar biasa untuk menjamin mereka dapat terus tampil dalam performa terbaik. Sedangkan bagi orang biasa, menjaga kebugaran tubuh merupakan hal yang tak mudah dilakukan karena berbagai macam alasan.

Kondisi tubuh atlet yang bugar ini juga bisa berpengaruh positif terhadap orang lain untuk tetap aktif dan bugar. Cara ini juga tergolong unik dan mungkin tidak ada dalam bayangan kita.

Dilansir dari Medical Daily, cara yang dimaksud ini tidak hanya berupa dorongan dan motivasi bagi seseorang agar mampu sekuat atlet. Diketahui bahwa ternyata bakteri yang terdapat pada tubuh seorang atlet bisa bermanfaat sebagai suplemen bagi orang lain.

Tim peneliti dari Joslin Diabetes Center di Boston menemukan bahwa terdapat sebuah bakteri unik pada mikroba seorang atlet elit dapat membantu seseorang untuk berolahraga. Menariknya, bakteri yang termasuk genus Veillonella ini tidak ditemui pada seseorang yang memiliki gaya hidup pasif.

Peneliti dari Joslin menyebut bahwa bakteri Veillonella bekerja dengan memetabolisme asam laktat setelah olahraga dan mengubahnya menjadi propionat yang bisa meningkatkan kapasitas olahraga atlet.

"Meningkatnya kapasitas olahraga merupakan prediktor kuat dari kesehatan secara keseluruhan dan perlindungan terhadap penyakit kardiovaskular, diabetes, dan umur panjang," ungkap peneliti Aleksandar Kostic.

Tim peneliti berharap bahwa hasil temuan ini mungkin membantu mengembangkan suplemen probiotik yang bisa dikonsumsi banyak orang untuk meningkatkan kemampuan olahraga mereka.

Pada penelitian ini, Kostic dan tim peneliti menganalisis sampel kotoran yang diperoleh di tahun 2015 dari para pelari di Boston Marathon serta orang-orang dengan gaya hidup pasif. Sampel ini dikumpulkan seminggu sebelum dan sesudah acara tersebut.

"Salah satu hal yang segera menarik perhatian kami adalah satu organisme bermasa Veillonella ini yang tampak sangat kaya pada pelari usai melakukan marathon," jelas Kostic.

"Veillonella juga tampak lebih kaya pada pelari marathon dibanding dengan mereka yang memiliki gaya hidup pasif," sambungnya.

Suplemen dengan kandungan Veillonella ini sudah diujicobakan pada tikus untuk mengetahui apakah hal ini muncul. Diketahui bahwa usai mendapat suplemen ini kemampuan dan lama tikus berlari menjadi lebih meningkat dibanding sebelumnya. [RWP]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini