Hindari Terlalu Sering Melarang Anak Kecuali pada Berbagai Kondisi Ini

Rabu, 24 Juni 2020 08:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Hindari Terlalu Sering Melarang Anak Kecuali pada Berbagai Kondisi Ini Ilustrasi memarahi anak. © Thetjblog.com

Merdeka.com - Pada tahap anak-anak, seseorang memiliki rasa penasaran yang sangat tinggi dan memcoba melakukan berbagai macam hal. Pada usia 1-5 tahun biasanya meraka banyak bereksplorasi dan menjadi lebih kreatif.

“Di masa Toddler 1-3 tahun, anak mulai belajar untuk mandiri, dimulai dengan belajar melakukan hal-hal yang sederhana sendiri. Memasuki usia Prasekolah anak mulai belajar untuk memiliki rasa tanggung jawab dan memiliki ambisi," ujar Psikolog klinis, Dra. Ratih Ibrahim, M.M., dalam Webinar bersama Nestle Dancow beberapa waktu lalu.

Tak jarang orangtua pun melarang anak ketika melakukan hal yang berbahaya dan mengucapkan kata jangan. Walaupun terlalu banyak memberikan larangan atau berkata jangan pada anak akan membuatnya menjadi seseorang yang ragu-ragu nantinya.

Namun, kata larangan tersebut boleh tetap dilontarkan orangtua ketika anak benar-benar dalam bahaya. Semisal, ketika tangan anak ingin dimasukan ke soket atau colokan listrik.

"Tetap boleh menggunakan kata jangan untuk melarang si kecil namun ketika anak benar-benar dalam bahaya. Orangtua memang harus membuka ruang eksplorasi pada anak seluas-luasnya. Tetapi jika pada hal-hal berbahaya dan sangat prinsip, tetap boleh menggunakan kata 'jangan' demi keselamatannya," ujarnya.

Baca Selanjutnya: Mengamati Gerak-Gerik Anak...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini