Hasil Uji Klinis Sebut Vaksin Covid-19 Aman untuk Anak dan Remaja

Sabtu, 20 November 2021 21:33 Reporter : Titah Mranani
Hasil Uji Klinis Sebut Vaksin Covid-19 Aman untuk Anak dan Remaja Vaksinasi Pelajar Tangsel. ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Hasil dari analisis blind data yang dilakukan Sinovac Biotech Ltd. menunjukkan hasil bahwa vaksin CoronaVac atau Sinovac aman digunakan untuk anak-anak dan remaja sehat usia tiga hingga 17 tahun.

Hasil tersebut didapat berdasarkan uji klinis Fase III berbasis multicenter, kasus, acak, double-blind, dan plasebo terkontrol yang dilakukan di Chile, Malaysia, Filipina dan Afrika Selatan dengan melibatkan sekitar 2.140 partisipan dengan rentang usia 6 bulan hingga 17 tahun, termasuk 684 peserta dari sub kelompok uji klinis tingkat keamanan.

Dikutip dari Antara, data dari sub kelompok uji klinis tingkat keamanan Sinovac memperlihatkan kejadian efek samping atau KIPI setelah dosis kedua lebih rendah dibandingkan setelah dosis pertama.

Dalam uji klinis tersebut, efek samping yang umu dirasakan adalah rasa nyeri di tempat suntikan, sakit kepala dan demam. Sebagian besar efek samping tersebut dialami ringan/sedang tanpa reaksi yang parah.

Berdasarkan hasil utama uji klinis FASE III multicenter secara global, dampak efek samping merugikan ditemukan serupa dengan uji klinis Fase I/II yang dilakukan pada remaja dan anak-anak di Tiongkok.

Hasil uji klinis Fase I/II yang menilai keamanan CoronaVac pada anak-anak dan remaja antara usia 3-17 tahun tersebut diterbitkan dalam jurnal medis internasional The Lancet-Infectious Diseases pada 28 Juni.

Dalam studi tersebut, Vaksin Sinovac tiga bulan setelah dua dosis vaksin, tingkat serokonversi mencapai 100 persen. Titer rata-rata geometrik (GMT antibodi penetral mendekati tingkat yang tercatat pada 28 hari setelah vaksinasi. dan tetap secara signifikan lebih tinggi daripada tingkat yang tercatat pada orang dewasa dan orang tua pada 28 hari setelah vaksinasi.

Hasil dari penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa CoronaVac memiliki imunogenitas yang stabil dan baik bagi populasi anak dan remaja. Hasil tersebut terbukti mencatatkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang berusia 18 tahun ke atas.

Hasil lebih lanjut dari penelitian ini akan memberikan bukti klinis bagi negara-negara untuk menyetujui penggunaan CoronaVac atau Vaksin Sinovac ini pada anak-anak dan remaja antara usia 6 bulan hingga 17 tahun.

Sejak September 2021, beberapa negara telah menggunakan CoronaVac sebagai vaksin covid-19 untuk anak-anak dan remaja seperti Chile, Ekuador, El Salvador, Kolombia, Kamboja dan Indonesia.

Sedangkan untuk China sendiri, pada akhir Oktober lalu sudah menyuntikkan sekitar 110 juta dosis CoronaVac pada anak-anak di bawah usia 18 tahun. [ttm]

Baca juga:
Indonesia Terima Tiga Tahap Kedatangan 5,7 Juta Dosis Vaksin Pfizer
Menlu: Indonesia Terus Serukan Distribusi Vaksin yang Adil dan Merata
Benarkah Vaksin Covid-19 Berdampak Pada Kesuburan? Cek Faktanya
Penelitian: Bakteri Non-Aktif Mampu Kurangi Potensi Kematian Akibat Covid-19
Secara Masif, BIN Kalsel Geber Vaksinasi Covid-19 Massal
Pemkot Depok Larang Siswa Belum Divaksinasi Ikut PTM Terbatas

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini