Haruskah Booster Vaksin COVID-19 yang Diperoleh sama Seperti Vaksin Sebelumnya?

Selasa, 21 Desember 2021 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Haruskah Booster Vaksin COVID-19 yang Diperoleh sama Seperti Vaksin Sebelumnya? Ilustrasi Vaksin Covid-19. ©2020 REUTERS

Merdeka.com - Tingginya jumlah vaksinasi COVID-19 di Indonesia serta munculnya varian omicron membuat pembahasan mengenai pemberian booster vaksin kembali menghangat. Hal ini juga seiring munculnya studi yang menunjukkan titer atau kadar antibodi yang menurun usai seseorang divaksin COVID-19.

Terkait pemberian booster ini, terdapat sejumlah pertanyaan yang muncul. Salah satu pertanyaan yang banyak muncul adalah apakah harus menggunakan jenis dan merek vakisn yang sama seperti sebelumnya.

"Untuk booster masih tetap banyak penelitian dilakukan. Yang sudah dilakukan di Singapura, booster secara massal. Kalau booster menggunakan jenis vaksin yang sama. Karena antibodi yang dipicu sesuai dengan vaksin yang diberikan di awal," terang dokter spesialis mikrobiologi klinik RSUI, dr. Ardiana Kusumaningrum, Sp.MK beberapa waktu lalu dilansir dari Antara.

Waktu pemberian vaksin booster ini disebut dr. Ardiana bisa sangat bervariasi tergantung jenis vaksin yang digunakan. Di Singapura misalnya, booster vaksin diberikan setelah 6 bulan dosis kedua.

"Sifatnya minimal. Kalau lebih dari 6 bulan harus mulai dari yan pertama? Saat ini kebijakannya belum seperti itu. Tetap diberikan dosis berikutnya walau sudah lewat," kata Ardiana.

2 dari 2 halaman

Pentingnya Vaksinasi Secara Lengkap

Ardiana menjelaskan bahwa vaksin dosis pertama memberikan kekebalan walau tak seoptimal dua dosis. Adanya tambahan bosster vaksin bisa sangat bermanfaat dalam pembentukan antibodi.

Beberapa waktu lalu, muncul juga pembahasan mengenai kombinasi pemberian vaksin COVID-19. Walau begitu, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut terkait hal ini.

"Mungkin nanti sifatnya melengkapi dosis vaksin. Tetapi saat ini belum menjadi kebijakan karena masih memerlukan data penelitian lebih lanjut," tutur Ardiana.

Pemberian vaksinasi COVID-198 secara lengkap diharap bisa memberi kekebalan secara jangka panjang. Walau begitu, jika terjadi penurunan kekebalan maka boster vaksin ini sangat penting untuk diberikan.

"Saat ini arahnya seperti itu. Skema pemberian booster kemungkinan akan segera kita lakukan," demikian tutur dia. [RWP]

Baca juga:
Anak Takut Disuntik, Ini Hal yang Bisa Dilakukan dan Disiapkan Orangtua
Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun Dimulai, Orang Tua Wajib Ketahui Tanda KIPI
Diabetes Bisa Sebabkan Gejala COVID-19 Semakin Parah, Ketahui Gejala Tersembunyinya
Apakah Efektif Mencuci Kemasan Makanan untuk Mencegah Persebaran Virus Corona?
Perubahan Perilaku di Masa Pandemi Bisa Sulitkan Gaya Hidup Sehat Seseorang
Tak Sampai Sebabkan Kebutaan, Menurut Ahli, Ini KIPI Terparah Akibat Vaksinasi
Benarkah Sembuh dari COVID-19 Bisa Memicu Reumatik Autoimun?

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini