Geli, sindrom ini bikin tubuh terasa bergetar tiba-tiba

Jumat, 23 Januari 2015 17:34 Reporter : Febrianti Diah Kusumaningrum
Geli, sindrom ini bikin tubuh terasa bergetar tiba-tiba Ilustrasi menyimpan ponsel di saku. Shutterstock/sebra

Merdeka.com - Pernahkah ketika Anda sedang berjalan dan kemudian merasakan getaran di saku Anda? Anda mengira bahwa hal tersebut karena ponsel Anda bergetar. Namun saat Anda memeriksanya, ponsel Anda sama sekali tidak menunjukkan aktivitas apapun.

Jika hal tersebut terjadi pada Anda, jangan khawatir sebab Anda tidak sendirian. Dilansir dari healthmeup.com, hampir 9 dari 10 orang pernah mengalami sindrom yang disebut dengan ringxiety, hypovibrochondria atau fauxcellarm ini. Sindrom ini adalah sensasi bergetar palsu yang terasa seperti saat ponsel Anda bergetar.

"Sindrom getaran ini terjadi sebagai hasil dari aktivitas otak saat menanggapi getaran yang sebenarnya terjadi. Pada umumnya ada dua jenis reseptor pada manusia yang mendeteksi getaran, yaitu korpuskel Meissner dan sel darah Pacinian. Korpuskel Meissner yang berurusan dengan getaran lambat dan rendah, sementara sel-sel Pacinian fokus pada getaran frekuensi tinggi. Hampir semua ponsel bergetar pada frekuensi yang ada di antara 130 hertz dan 180 hertz, yang mampu dirasakan oleh kedua reseptor. Getaran ponsel memicu kedua reseptor namun lebih mengaktifkan sel-sel Pacinian. Ketika kulit Anda tergosok pakaian atau terbentur benda lain yang menghasilkan beberapa getaran, reseptor yang sama dipicu, yang membuat otak berpikir bahwa ponsel Anda bergetar," jelas penelitian ini.

Sebenarnya sindrom getaran ini tidak mampu mengganggu kesehatan tubuh Anda. Namun jika Anda merasa terganggu, Anda bisa menonaktifkan modus non-getar pada handphone atau tidak mengantongi handphone Anda. [feb]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini