Gejala Distress Mungkin Terjadi Pada Anak, Kenali Tandanya

Jumat, 22 Mei 2020 09:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Gejala Distress Mungkin Terjadi Pada Anak, Kenali Tandanya ilustrasi stres anak. trauma-recovery.net

Merdeka.com - Kondisi pandemi COVID-19 seperti saat ini telah menyebabkan tekanan pada kondisi mental. Hal ini tidak hanya dialami oleh orang dewasa saja namun juga pada anak-anak.

Annelia Sari Sami Ketua Satgas Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia untuk Penanggulangan COVID-19 menyebutkan beberapa gejala distress akibat COVID-19 pada anak. Gejala distress yang timbul pada anak diambil juga dari data kondisi anak pada saat bencana dan krisis kesehatan, katanya. Biasanya, tanda-tanda ini muncul secara tipis atau tidak terlalu terlihat.

“Dalam melihat gejala ini, perlu orangtua atau orang dewasa yang ada di sekitar anak yang mampu mengamati,” kata Anne beberapa waktu lalu.

Anne memberi contoh, anak pada masa pertumbuhan biasanya ingin menunjukkan ia bisa mandiri namun setelah adanya bencana seperti ini ia cenderung manja dan tergantung pada orangtua.

“Awalnya saat sang ibu jauh, si anak baik-baik saja bermain sendiri, tapi setelah ada pandemi dia sampai pegangan pada baju ibunya dan tak mau melepaskan. Jika ada perubahan seperti itu kita harus waspada jangan-jangan ini adalah distress psikologis akibat kondisi yang ada saat ini,” terangnya.

1 dari 1 halaman

Gejala Pada Pra Remaja

Gejala distress dapat terjadi juga pada anak pra remaja. Rasa cemas berlebihan dan menarik diri bisa menjadi beberapa ciri.

“Tadinya anaknya aktif jadi menarik diri, maunya tiduran aja, atau nonton aja main gawai sambil tiduran,” kata Anne.

Ciri lain yang dapat dilihat adalah ketika anak menjadi lebih mudah marah karena hal kecil. Selain itu, anak yang sering mengalami mimpi buruk sampai mengigau, berjalan sambil tidur, atau bahkan mengompol, ini dapat juga dibilang sebagai gejala distress.

“Dan gejala yang biasanya sulit diamati tapi sering terjadi adalah cepat berubahnya suasana hati. Dalam waktu singkat anak yang mulanya sangat senang jadi sangat marah, ini reaksi-reaksi yang memang harus kita amati dan kita bandingkan dengan sebelum pandemi ini terjadi,” tandasnya.

Reporter: Ade Nasihudin Al Ansori
Sumber: Liputan6.com [RWP]

Baca juga:
Begini Cara Mengelola Stres dan Beradaptasi dengan Kondisi Pandemi
Kenali 5 Hal yang Menjadi Indikasi Kondisi Kesehatan Jiwa Seseorang
Bermasalah di Masa Kecil Lebih Rentan Buat Seseorang Alami Penyakit Kardiovaskular
Demi Kesehatan Jiwa, Disarankan untuk Rehat Sejenak dari Berita Terkait COVID-19
Konsumsi Daging Merah Bisa Berdampak Positif bagi Kesehatan Mental

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini