Gatal di Miss V, bahaya nggak sih?

Selasa, 23 Juli 2013 15:30 Reporter : Destriyana
Gatal di Miss V, bahaya nggak sih? Ilustrasi rok. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/rangizzz

Merdeka.com - Rasa gatal yang muncul di sekitar vagina kerap dialami oleh kebanyakan wanita. Ada beberapa penyebab dari gatal pada vagina, termasuk kurangnya kebersihan kelamin. Itulah mengapa Anda selalu disarankan untuk mencuci alat kelamin setelah kencing, dan mengganti celana dalam setidaknya dua kali dalam sehari. Yuk simak ulasan dari Boldsky berikut ini.

Gatal pada vagina

Masalah ini umumnya disebabkan oleh jamur atau karena reaksi alergi. Vagina memiliki bakteri sehat yang penting untuk menjaga keseimbangan pH. Namun, ketika jumlah bakteri sehat itu semakin banyak atau bakteri jahat mulai mendominasi vagina, itu dapat menyebabkan gatal-gatal atau bau tidak sedap pada vagina dan adanya sensasi pembakaran.

Munculnya jamur pada vagina pada dasarnya disebabkan oleh seks yang kurang bersih, kadar gula berlebihan di dalam tubuh, antibiotik, dan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Bahkan paparan bahan kimia dapat menghilangkan keseimbangan pH di dalam vagina, sehingga dapat menyebabkan gatal-gatal.

Jenis

Jika Anda menderita gatal pada vagina dan keluar cairan putih kental, hal itu dikarenakan oleh jamur yang telah tumbuh di dalam vagina. Infeksi jamur dapat dikenali dengan munculnya sensasi terbakar pada vagina, bau tidak sedap dan keluar cairan putih kental dari vagina.

Cara mengobati infeksi jamur di vagina

Anda dapat memilih untuk obat oral atau gel yang memberikan efek menenangkan pada vagina. Jamur menyukai sesuatu yang manis sehingga Anda harus mengurangi makanan atau minuman manis yang dapat meningkatkan pertumbuhan jamur di vagina.

Untuk mengobati gatal pada vagina, Anda harus mengurangi konsumsi karbohidrat olahan sepenuhnya. Pakailah pakaian katun karena lebih mudah menyerap keringat dan tidak membuat Anda merasa lembap sepanjang waktu. Pastikan bahwa Anda mengganti celana dalam dua kali dalam sehari.

Biasakan untuk menjaga kebersihan vagina dan menjaga keseimbangan pH. Reaksi alergi juga dapat menyebabkan gatal pada vagina. Untuk mengobati masalah ini, jangan menggunakan parfum, lotion atau sabun yang terlalu kuat. Anda bahkan mungkin memiliki reaksi alergi terhadap jenis kain tertentu seperti polyester, jadi berhati-hatilah.

Kapan waktu yang tepat untuk berkonsultasi dengan dokter?

Jika kondisi Anda tetap sama dan masih terasa gatal pada vagina, segera hubungi dokter. Juga, jika setelah minum obat anti gatal pada vagina, kondisi itu kembali lagi setelah beberapa hari, konsultasikan dengan dokter. Ini adalah beberapa cara untuk mengobati gatal pada vagina. [des]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kesehatan Reproduksi
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini