Efek Samping Terlalu Sering Minum Parasetamol

Senin, 23 Mei 2022 18:00 Reporter : Magang
Efek Samping Terlalu Sering Minum Parasetamol Ilustrasi obat. Shutterstock/NorGal

Merdeka.com - Pandemi Covid-19 yang tak kunjung hilang disertai cuaca yang dingin membuat setiap orang memasang perlindungan ekstra agar tubuh tidak terserang penyakit terutama bagi mereka yang perlu keluar rumah untuk bekerja atau melakukan aktivitas lain. Meskipun begitu, virus selalu menemukan cara untuk menyerang tubuh sehingga tubuh menjadi lemas, sakit, dan tidak bisa menjalankan aktivitas seperti biasanya.

Jika gejala masih ringan, beberapa orang dapat mengatasinya dengan tidur. Namun jika gejala makin parah hingga demam, konsumsi obat diperlukan untuk meredakan rasa sakit tersebut. Sebelum ke dokter, biasanya gejala ini dapat diatasi dengan mengonsumsi parasetamol.

Parasetamol merupakan salah satu jenis obat umum yang banyak digunakan untuk meringankan rasa nyeri akibat sakit kepala, sakit gigi, menurunkan demam, nyeri sendi, dan gejala lain yang dirasakan saat terkena flu. Parasetamol dapat dibeli di apotek atau supermarket terdekat tanpa harus menggunakan resep dokter.

Meskipun begitu, mengonsumsi parasetamol terlalu sering dapat menyebabkan overdosis obat dan menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi tubuh.

Dilansir dari patient.info, berikut ini adalah efek samping dari parasetamol jika digunakan dalam jangka waktu lama tanpa anjuran dari dokter:

2 dari 4 halaman

Kerusakan Organ Tubuh

1. Kerusakan Liver dan Ginjal

ilustrasi ginjal
lifeline24.co.uk

Setelah dikonsumsi, parasetamol akan menghasilkan metabolit bernama N-acetyl-p-benzoquinone imine (NAPQI) yang nantinya akan diubah menjadi bentuk non toksik. Namun jika mengonsumsi parasetamol dalam dosis besar dan waktu yang lama maka jumlah NAPQI di dalam tubuh akan melewati batas normal yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan hati bahkan kematian.

2. Kerusakan Otak

ilustrasi otak
dementiatalk.net

Efek samping yang berbahaya berikutnya adalah kerusakan otak. Parasetamol dapat menyebabkan gangguan pada fungsi otak dan dapat menimbulkan kebingungan serta disorientasi yang dinamakan ensefalopati. Ensefalopati merupakan penyakit yang menyerang struktur dan fungsi otak hingga mengganggu kesadaran penderitanya.

3 dari 4 halaman

Gangguan Darah dan Pernapasan

3. Gangguan Darah

ilustrasi darah
©2020 Merdeka.com/www.pixabay.com

Jika mengonsumsi parasetamol terlalu sering, seseorang dapat mengidap penyakit langka yang berakibat fatal. Penyakit ini disebut sebagai trombositopenia yaitu rendahnya jumlah trombosit dan leukopenia yaitu rendahnya jumlah sel darah putih. 

4. Sesak Napas

napas
©www.wikihow.com

Efek samping akibat penggunaan parasetamol terlalu sering adalah gangguan pernapasan. Penumpukan asam dalam darah dapat menyebabkan tekanan darah menjadi rendah sehingga detak jantung berdetak lebih kencang dan menyebabkan penderita mengalami sesak nafas.

4 dari 4 halaman

Ketahui Dosis yang Tepat

ilustrasi obat
pexels

Dilansir dari Pusat Informasi Obat Nasional, dosis dalam mengonsumsi parasetamol adalah sebagai berikut:

  • Oral = 0,5–1 gram setiap 4–6 jam hingga maksimum 4 gram per hari

  • Anak umur 2 bulan = 60 mg untuk pasca imunisasi pireksia

  • Anak di bawah umur 3 bulan (hanya dengan saran dokter) 10 mg/kg bb (5 mg/kg bb jika jaundice), 

  • Anak umur 3 bulan–1 tahun 60 mg–120 mg,

  • Anak umur 1-5 tahun 20–250 mg, 6–12 tahun 250– 500 mg, dosis ini dapat diulangi setiap 4–6 jam jika diperlukan (maksimum 4 kali dosis dalam 24 jam)

  • Orang dewasa dan anak–anak dengan berat badan lebih dari 50 kg, 1 gram setiap 4–6 jam, maksimum 4 gram per hari

  • Orang dewasa dan anak–anak dengan berat badan 10 -50 kg, 15 mg/kg bb setiap 4–6 jam, maksimum 60 mg/kg bb per hari

Lebih dari 150 orang meninggal akibat overdosis parasetamol. Oleh sebab itu, mengonsumsi parasetamol sesuai dosis yang disarankan menjadi poin penting untuk mencegah overdosis parasetamol. Jika sakit tidak kunjung reda, jangan ragu untuk pergi ke dokter agar diberikan penanganan lebih lanjut.

Reporter: Eleonora Gifthalia Christi Adena [mgd]

Baca juga:
Mengenal Virus Hendra, Berikut Gejala dan Cara Penularannya
Gejala Sakit Mata Merah dan Cara Mengobatinya
Kenali Penyebab Batuk Pilek pada Anak, Berikut Cara Mengatasinya dengan Bahan Alami
Kanker Serviks Berisiko Tinggi bagi Wanita, Ini Alasan Penting Lakukan Deteksi Dini
Jangan Asal Minum, Ketahui Jenis Obat Maag dan Fungsinya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini