Dukungan Keluarga Jadi Hal Penting Bagi Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 di Rumah

Selasa, 6 Juli 2021 09:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Dukungan Keluarga Jadi Hal Penting Bagi Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 di Rumah Aktivitas Pasien Covid-19 Saat Isolasi Mandiri di Rumah. ©2021 Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Tingginya beban rumah sakit pada saat ini menjadikan pasien COVID-19 bergejala ringan untuk menjalani isolasi mandiri di rumah. Pada saat melakukan isolasi mandiri ini, dukungan keluarga merupakan hal yang penting.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan Andi Khomeini Takdir mengatakan, masyarakat perlu mengetahui kiat-kiat isolasi mandiri yang benar agar kesehatannya cepat pulih. Saat isolasi mandiri di rumah, pasien harus memakai masker.

Kemudian kamar harus terpisah dengan anggota keluarga lain. Pastikan jendela kamar isolasi mandiri pasien terbuka. Bagi pasien yang menjalani isolasi mandiri juga harus menjaga makanan dengan gizi seimbang.

“Kalau di rumah sakit, ada dokter dan perawat yang mendukung. Saat di rumah, keluarga harus menjadi pendukung supaya selera makan pasien tetap terjaga,” saran Andi beberapa waktu lalu.

Sebisa mungkin, lanjut dr. Andi, pasien COVID-19 yang isolasi mandiri, tidak mendiagnosis kesehatan diri sendiri.

"Kalau memungkinkan harus terus berkonsultasi dengan dokter. Apabila ada gejala yang sangat semakin dirasa berat, perlu untuk menghubungi dokter," lanjutnya.

2 dari 2 halaman

Isolasi Mandiri Kurangi Beban RS

Pasien COVID-19 tanpa gejala atau yang bergejala ringan dapat melakukan perawatan isolasi mandiri di rumah. Ini untuk mengurangi beban rumah sakit yang diprioritaskan merawat pasien COVID-19 bergejala sedang dan berat yang perlu perawatan intensif.

Saat ini, tenaga kesehatan yang ada di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran Jakarta didera kelelahan akibat banyaknya pasien yang harus ditangani.

“Perlu rencana mitigasi untuk menjaga masyarakat tidak jatuh sakit. Apabila masyarakat tidak sakit, maka kapasitas rumah sakit tidak akan penuh, sehingga tenaga kesehatan kita tidak kelelahan merawat pasien,” terang Andi dalam keterangan tertulis yang diterima Health Liputan6.com.

Masyarakat pun jangan terlalu fokus dalam menyalahkan adanya varian COVID-19.

"Kunci dari pencegahannya adalah masker. Masker dua lapis menurut penelitian Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dikatakan mampu meningkatkan proteksi dari 60-80 persen menjadi 90 persen,” kata Andi, yang bertugas di RSDC Wisma Atlet.

Reporter: Fitri Haryanti Harsono
Sumber: Liputan6.com [RWP]

Baca juga:
Pandemi Berdampak pada Mental Anak, Penting Bagi Orangtua untuk Mendampingi
Peran Orangtua dalam Mencegah Penularan Covid-19 pada Anak-Anak
Vaksinasi Covid-19 Menjadi Bagian Penting untuk Lawan Covid-19
Jangan Panik Ketika Anak Terpapar Covid-19 Dengan Gejala Ringan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini