Dokter Ingatkan Bahwa Anak Perlu Tetap Bergerak dan Tidak Boleh Tergantung Gawai

Jumat, 31 Juli 2020 18:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Dokter Ingatkan Bahwa Anak Perlu Tetap Bergerak dan Tidak Boleh Tergantung Gawai ilustrasi anak bermain gadget. ©express.co.uk

Merdeka.com - Ketika berada dalam situasi tinggal di rumah saja seperti saat ini, banyak orangtua memberi mainan gawai pada anak mereka. Sayangnya hal ini sebenarnya tidak ideal dan tidak dianjurkan.

Dokter spesialis anak S. T. Andreas meminta agar anak di masa pandemi dan lebih banyak melakukan kegiatan belajar dari rumah untuk tetap aktif dan bergerak agar terhindarkan dari masalah gaya hidup sedentary atau malas gerak.

"Anak itu wajib bergerak setiap 1 sampai 2 jam sekali," kata Andreas beberapa waktu lalu.

"Jadi kalau dia sekolah di rumah atau daring, setiap 1 atau 2 jam itu harus bergerak aktif, orangtualah yang mengajarkan dan mengajak untuk bermain," kata Andreas.

Andreas mengatakan bahwa kebiasaan memberikan gawai pada mereka untuk mengatasi kebosanan bukanlah cara yang tepat. Menurutnya penggunaan gawai secara berlebihan yang bisa menimbulkan masalah gaya hidup sedentary, bisa berujung pada kondisi kesehatan lain seperti obesitas.

1 dari 1 halaman

Gawai Bukan Solusi

Maka dari itu, Andreas lebih menyarankan aktivitas yang bersifat fisik ketimbang sekadar memberikan anak gawai. "Di sinilah kesempatannya bahwa orangtua dan anak bermain bersama," ujarnya.

Andreas memberikan contoh, orangtua bisa melakukan permainan sederhana dengan anak agar mereka tidak jenuh selama berada di rumah. Mulai dari menyusun balok, petak umpet hingga sekadar berlari-lari sesaat. Tentu saja ini dilakukan sesuai usianya.

Andreas mengatakan penggunaan perangkat ini secara berlebihan berisiko menimbulkan masalah psikologis di masa kanak-kanak.

"Akhirnya ketika dewasa bangsa Indonesia tidak mendapat orang-orang yang kreatif. Mereka tidak kreatif dan tidak bersosialisasi," ujarnya.

"Jadi pilihan yang tepat bukan gadget, tapi pilihlah bermain bersama, siapkan waktunya di masa-masa pandemi ini. Kalau dulu sebelum pandemi kan waktunya habis untuk bekerja semua," tandasnya.

Reporter: Giovani Dio Prasasti
Sumber: Liputan6.com [RWP]

Baca juga:
Orangtua Perlu Jadi Sahabat Anak di Masa Membentuk Identitas Diri
Tips Menjaga Imunitas Anak Agar Kebal Virus: Bahagia dan Kecukupan Nutrisi
Orangtua Perlu Ketahui Kondisi Anak yang Sehat secara Mental
Begini Cara Membuat Anak Bisa tak Lupa Waktu ketika Bermain
Tips yang Bisa Diterapkan oleh Orangtua agar Pembelajaran di Rumah Berjalan Lancar
Bantu Jaga Kognitif, Ini Jumlah Asupan Air Minum yang Tepat bagi Anak

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini