Disleksia: Penyebab dan gejalanya

Senin, 13 Mei 2013 15:47 Reporter : Rizqi Adnamazida
Disleksia: Penyebab dan gejalanya Ilustrasi disleksia. ©Shutterstock/Matthew Benoit

Merdeka.com - Disleksia sering gagal terdeteksi oleh orang tua. Mereka pun cenderung menganggap anak lambat belajar atau tidak cukup berusaha untuk maju. Kenyataannya, disleksia adalah gangguan perkembangan saraf yang sebenarnya bisa diperbaiki dengan bantuan dan bimbingan yang tepat.

Penasaran tentang disleksia selengkapnya? Simak penjelasannya seperti yang dilansir dari Health Me Up berikut ini.

Apa itu disleksia?
Menurut dokter anak Dr Anjana Thadhani, disleksia adalah gangguan perkembangan saraf yang muncul sejak anak dilahirkan. Setidaknya disleksia diderita oleh 10 persen anak yang bersekolah. Baik laki-laki atau perempuan bisa menderita disleksia.

Apa penyebab disleksia?
Beberapa faktor penyebab disleksia adalah situasi akademik, rangsangan lingkungan, dan potensi anak. Gen juga diduga menjadi penyebab utama dari disleksia. Belum jelas penyebab dari disleksia yang sesungguhnya. Namun sedikit gangguan pada otak ketika hamil, melahirkan atau tumbuh kembang bisa meningkatkan risiko disleksia.

Apa saja jenis disleksia?
Disleksia bisa dibedakan menjadi tiga jenis, Dysgraphia (kesulitan menulis), Dyscalculia (kesulitan menghitung), dan Dyslexia (kesulitan membaca).

Apa gejala disleksia?
Gejala dari disleksia cukup bervariasi. Seorang anak bisa saja memiliki nilai akademik yang berbeda dan masalah perilaku sehingga membuat disleksia tidak diketahui. Disleksia bahkan sering gagal dideteksi. Terkadang anak yang berperilaku baik dan tampak cerdas justru memiliki nilai buruk di sekolah.

Namun orang tua perlu waspada ketika anak benci aktivitas membaca keras atau sering salah ejaan ketika menulis. Termasuk kesulitan anak dalam memahami konsep berhitung, bentuk tabel, dan mengurutkan angka.

Bagaimana cara mengatasinya?
Cek mata dan telinga bisa dilakukan untuk memastikan kondisi anak. Jika ingin memahami lebih detail, evaluasi belajar anak bisa diketahui melalui tes IQ. Yang penting orang tua perlu menyadari bahwa anak sebaiknya didampingi ketika belajar dan membutuhkan bantuan.

Itulah penjelasan mengenai disleksia. Jangan sepelekan masalah yang dihadapi anak dan bantu mereka mengatasinya.

Baca juga:
Bakteri dalam usus bisa pengaruhi pertumbuhan bayi
Kongo, tempat terburuk untuk ibu dan anak
ASI mampu selamatkan nyawa bayi prematur
Dot hindarkan bayi dari sindrom kematian mendadak
Bersihkan dot dengan cara mengisap jauhkan anak dari asma [riz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini