Diet OCD

Diet OCD: Makan malam lebih baik daripada sarapan!

Sabtu, 14 September 2013 10:33 Reporter : Kun Sila Ananda
Diet OCD: Makan malam lebih baik daripada sarapan! Ilustrasi sarapan. ©Shutterstock/Africa Studio

Merdeka.com - Selama ini, sarapan dianggap sebagai salah satu waktu makan yang paling penting. Melewatkan sarapan di pagi hari diketahui bisa menurunkan energi dan meningkatkan risiko berbagai macam penyakit. Namun lain halnya dengan pemahaman yang dimiliki oleh Deddy Corbuzier dalam diet OCD (Obsessive Corbuzier's Diet) miliknya.

Diet OCD yang diketahui berakar dari rahasia biarawan shaolin di China ini menganggap pentingnya makan pagi hanya merupakan mitos belaka. Berdasarkan OCD, makan pagi tak lebih penting daripada makan malam. Bahkan, makan malam lebih baik dibandingkan dengan makan di pagi hari.

Orang yang melakukan diet OCD diberikan waktu-waktu tertentu untuk makan yang kemudian disebut jendela makan. Waktu yang dipilih untuk makan juga bebas, sesuai dengan keinginan pelaku diet, sehingga ada kemungkinan pelaku diet OCD akan melewatkan sarapan, terutama jika mereka menjalani diet OCD dengan jendela makan selama empat jam.

Namun sang mentalist meyakinkan bahwa melewatkan sarapan bukanlah hal besar dan tak akan berimbas negatif pada tubuh. Dalam e-booknya yang bisa diunduh melalui situs www.readyforfit.com, Deddy mengungkap beberapa alasan mengapa kalian tidak harus sarapan, berikut ini.

1. Sarapan tidak meningkatkan metabolisme
Penelitian menunjukkan bahwa puasa dengan tidak makan pagi tidak akan menurunkan metabolisme tubuh. Metabolisme baru akan turun setelah berpuasa selama 72 jam. Begitu juga dengan makan setiap tiga jam, termasuk sarapan yang ditengarai tak akan meningkatkan metabolisme.

2. Sarapan tak mempertahankan otot
Orang yang melakukan diet OCD tak akan kehilangan otot hanya karena tidak sarapan. Otot juga tidak memerlukan protein setiap tiga jam. Untuk itu, makan setiap tiga jam termasuk sarapan tak membantu membentuk otot.

3. Sarapan tidak mengelola gula darah
Salah satu alasan untuk tak melewatkan sarapan adalah untuk mengontrol kadar insulin. Namun Deddy melalui diet OCD-nya menjelaskan bahwa tidak sarapan justru lebih penting karena bisa mengurangi tingkat insulin dan meningkatkan sensitivitas insulin.

4. Sarapan bikin lapar
Sarapan justru membantu orang yang ingin menambah berat badan. Bagi orang yang sedang berdiet, sarapan justru membuat mereka lapar dan menjadi adiktif untuk makan lagi secepatnya.

5. Sarapan tidak bikin sehat
Melewatkan tidak bermanfaat bagi kesehatan secara langsung, namun membangun kebiasaan makan sehat. Yang salah adalah ketika seseorang melewatkan sarapan namun menggantinya dengan cemilan seperti donat atau junk food lainnya. Jadi, sarapan dan kesehatan sebenarnya tak berkorelasi secara langsung.

6. Sarapan mengganggu konsentrasi
Penelitian menunjukkan bahwa puasa selama 48 jam tidak mempengaruhi nilai tes kognitif. Jadi sebenarnya sarapan tak dibutuhkan untuk ketajaman mental. Deddy mengaku telah mengalami sendiri bagaimana tak sarapan membuatnya semakin produktif, konsentrasi, termotivasi, dan fokus.

7. Sarapan tidak wajar
Berawal dari kebiasaan nenek moyang manusia yang merupakan seorang pemburu, mereka terbiasa tidak sarapan besar karena diharuskan untuk mencari makan terlebih dahulu. Untuk itu, mereka memiliki kebiasaan makan besar di siang dan malam hari, setelah selesai mengumpulkan makanan. Maka sebenarnya makan pagi bukanlah hal yang alami dan berasal dari naluri manusia.

Itulah beberapa alasan makan pagi tak lebih baik dari makan malam dalam diet OCD. Selain itu Deddy dalam e-booknya juga menegaskan bahwa tidak makan pagi lebih baik daripada tidak makan malam. Itu adalah informasi awal yang harus diketahui seseorang yang ingin melakukan diet OCD. [kun]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Review Diet
  3. Jakarta
  4. Diet OCD
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini