Dibesarkan dalam keluarga kurang mampu bisa merusak otak anak

Sabtu, 26 Oktober 2013 16:48 Reporter : Rizqi Adnamazida
Dibesarkan dalam keluarga kurang mampu bisa merusak otak anak Ilustrasi anak sedih. ©Shutterstock/Olesia Bilkei

Merdeka.com - Dibesarkan dalam keluarga kurang mampu dan tertekan bisa merusak otak anak, demikian menurut penelitian terbaru.

Peneliti dari Amerika tepatnya menemukan kalau anak berusia sembilan tahun yang tinggal dengan keluarga berpenghasilan rendah akhirnya mengembangkan lebih banyak emosi negatif ketika dewasa.

Sebagaimana dilansir dari Daily Mail, responden orang dewasa berusia 24 tahun terlibat dalam penelitian tersebut. Peneliti kemudian memindai otak responden yang dulu ketika berusia sembilan tahun dibesarkan dalam keluarga kurang mampu.

"Kami menemukan kalau orang-orang dewasa ini otaknya paling aktif di bagian amygdala, area otak yang memunculkan rasa takut dan emosi negatif lainnya," terang Dr K Luan Phan dari University of Illinois.

Dr Phan lantas menambahkan bagian otak prefrontal korteks justru mengalami aktivitas yang lebih rendah. Bagian tersebut merupakan area otak yang biasanya berfungsi untuk mengontrol emosi negatif.

Akibatnya, dibesarkan dalam keluarga kurang mampu berisiko membuat anak-anak nantinya tumbuh dan cenderung terkena depresi, cemas, agresif, dan melakukan tindak kekerasan.

Hasil penelitian kemudian diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Baca juga:
Segelas wine seminggu bikin wanita sulit punya anak
Bidan telat, Hustina melahirkan di toilet, bayi masuk kloset
Wanita harus lakukan ini jika ingin cepat hamil
Terapi warna, efektif untuk mengurangi stres ibu hamil
Polusi udara bikin ibu hamil kena tekanan darah tinggi [riz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini