Dari Sariawan Hingga Kuku Rapuh, Kenali Sejumlah Gejala dari Anemia

Senin, 5 Desember 2022 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Dari Sariawan Hingga Kuku Rapuh, Kenali Sejumlah Gejala dari Anemia ilustrasi anemia. healthguides.healthgrades.com

Merdeka.com - Kondisi anemia merupakan masalah kesehatan yang biasa disebut sebagai 'kurang darah' dan rentan dialami sehari-hari. Kondisi ini terjadi ketika seseorang kekurangan sel darah merah untuk mengantarkan oksigen ke berbagai jaringan yang terdapat di dalam tubuh.

Berdasarkan Hasil Laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), prevalensi anemia meningkat dari 21,7 persen (2013) menjadi 23,7 persen (2018) dari total populasi di Indonesia. Selain itu, pada 2018, diketahui 3 dari 10 remaja Indonesia menderita anemia.

Penyebab anemia yang paling umum adalah kekurangan zat besi. Kondisi ini biasa disebut anemia defisiensi besi (ADB). ADB menyumbang 62,6 persen dari total kasus anemia di 2013 secara global.

"Satu dari 6 perempuan kemungkinan menderita anemia defisiensi besi," tutur Ketua Umum Perhimpunan Hematologi dan Transfusi Darah Indonesia (PHTDI) Dr. dr. TB. Djumhana Atmakusuma, SpPD-KHOM beberapa waktu lalu.

ADB dapat menyerang siapa saja. Meskipun demikian, populasi rentan seperti lansia dan anak-anak berisiko lebih tinggi. Selain itu, kondisi tubuh seperti hamil, pendarahan, menstruasi yang berlebihan, hemoroid, dan gastritis juga dapat menyebabkan tubuh mengalami kekurangan zat besi dan apabila tidak diatasi dapat menjadi anemia defisiensi besi.

Untuk mencegahnya, perhatikan asupan zat besi Anda. Pemenuhan kebutuhan zat besi bisa didapatkan dari makanan yang dikonsumsi maupun suplemen tambahan. Selain itu, penting untuk mengetahui gejala dan tanda anemia defisiensi besi.

2 dari 2 halaman

Gejala Anemia

Djumhana menyebutkan bahwa pada orang dengan anemia defisiensi besi ada beberapa gejala yang terlihat. Yakni:

1. Pucat

2. Kuku rapuh

3. Bibir pecah- pecah dan sariawan

4. Rambut rontok

"Untuk sariawan dan rambut rontok biasanya timbul pada pasien anemia hemolitik autoimun terutama penyakit lupus," ujar Djumhana.

Sementara gejala yang dapat dirasakan berupa kelelahan, sakit kepala, napas pendek, susah konsentrasi, pusing, tangan dan kaki terasa dingin, sulit tidur, serta rentan terkena infeksi.

"Susah konsentrasi karena oksigennya kurang jadi kita enggak bisa mikir, ya. Kemudian pusing sama juga karena kurang oksigenasi. Terasa dingin-dingin, kelelahan, sulit tidur, semua ada karena oksigenasi jaringannya berkurang karena oksigennya kurang," terangnya.

Reporter: Adelina Wahyu Martanti
Sumber: Liputan6.com [RWP]

Baca juga:
Walau Tak Bisa Sembuh, Namun Kanker Tetap Bisa Dikontrol
Ketahui Apa Sih Virus Zombie yang Baru Ditemukan Itu dan Benarkah Berbahaya
Nyeri Bahu Tak Kunjung Usai, Segera Konsultasikan dengan Dokter
Kebiasaan Minum Teh saat Makan Bisa Sebabkan Kurang Penyerapan Zat Besi
Kebanyakan Duduk dan Malas Bergerak Bisa Sebabkan Terjadinya Cedera

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Anemia
  3. Fakta Kesehatan
  4. Penyakit Anemia
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini