Cara Kendalikan Komorbid untuk Cegah Kondisi Parah saat Terinfeksi COVID-19

Jumat, 4 Maret 2022 09:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Cara Kendalikan Komorbid untuk Cegah Kondisi Parah saat Terinfeksi COVID-19 Vaksinasi bagi warga komorbid di Kota Bogor. ©2021 kotabogor.go.id/editorial Merdeka.com

Merdeka.com - Ketika seseorang terinfeksi COVID-19, seseorang perlu sangat menyadari kondisi yang dialaminya. Hal ini terutama ketika seseorang memiliki komorbid.

Komorbid yang dimiliki seseorang bisa memperparah kondisinya saat terinfeksi COVID-19. Sejak awal kondisi yang berkaitan dengan komorbid pun telah kerap kali digaungkan.

Terkait hal ini, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, dr Elvieda Sariwati mengungkapkan bahwa penyakit tidak menular yang masuk dalam daftar komorbid sebenarnya dapat dikontrol.

Fungsinya adalah untuk mencegah keparahan atau bahkan komplikasi yang mungkin akan terjadi. Terlebih selama pandemi COVID-19 berlangsung, komorbid juga dapat menyebabkan kematian.

"Penyakit tidak menular bisa kita cegah dan mengendalikan faktor risikonya," ujar Elvieda dalam webinar Waspada Omicron, Kenali dan Kendalikan Penyakit Penyerta (KOMORBID) beberapa waktu lalu.

Menurutnya, mengendalikan faktor risiko dapat dilakukan lewat berbagai cara. Seperti menghindari pola makan yang tidak sehat, mengurangi konsumsi tinggi gula, garam, dan lemak.

Elvieda juga menyarankan masyarakat menambah aktivitas fisik sehari-hari dan mengurangi kebiasaan merokok, faktor pemicu obesitas, dan juga stres.

"Faktor risiko tersebut dapat diintervensi bila ada orang di sekitarnya yang terus mengingatkan. Serta, kepedulian kita terhadap lingkungan sekitar untuk terus waspada," kata Elvieda.

2 dari 2 halaman

Seperempat Populasi Dunia Miliki Komorbid

Dalam kesempatan yang sama, Elvida juga mengungkapkan bahwa sebenarnya hampir seperempat populasi di dunia memiliki komorbid.

"Hampir seperempat populasi dunia atau sekitar 22 persen memiliki kerentanan terhadap COVID-19. Pada umumnya, disebabkan karena memiliki penyakit tidak menular," ujar Elvieda.

Penyakit komorbid yang tidak menular sendiri meliputi penyakit jantung, stroke, hipertensi, diabetes, paru kronis, dan kanker.

"Ini cenderung tidak dapat disembuhkan atau tidak dapat dikembalikan seperti sedia kala. Namun dapat dikontrol agar tidak jatuh ke kondisi yang lebih parah, atau dicegah komplikasinya," tandasnya.

Reporter: Diviya Agatha
Sumber: Liputan6.com [RWP]

Baca juga:
Kenali Jenis Batuk yang Bisa Dialami Seseorang ketika Terinfeksi COVID-19
Waspadai Risiko Demam Berdarah pada Musim Hujan Pancaroba
Kapankah Anak Perlu Dites PCR ketika Tengah Batuk Pilek?
Adakah Manfaat dari Minum Air Hangat saat Batuk?

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini