Cara bagi Orangtua Mengetahui Terjadinya Gejala Alergi pada Anak

Jumat, 1 Juli 2022 09:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Cara bagi Orangtua Mengetahui Terjadinya Gejala Alergi pada Anak Ilustrasi anak sakit. ©Shutterstock.com/ Dmitry Naumov

Merdeka.com - Tingginya polusi udara yang terjadi belakangan terutama di kota-kota besar bisa memunculnya masalah pada anak. Salah satunya adalah meningkatnya kasus gejala alergi pada anak.

Dokter spesialis anak sekaligus founder Tentang Anak, Mesty Ariotedjo, mengatakan masih banyak orangtua Indonesia yang memiliki pertanyaan terkait alergi pada anak.

Terkait hal tersebut dokter spesialis anak konsultan alergi imunologi Prof Dr. dr. Zakiudin Munasir memaparkan beberapa poin penting terkait alergi pada anak.

Menurutnya, alergi adalah suatu penyakit interaksi antara faktor genetik yang diturunkan dan dicetuskan oleh faktor lingkungan. Seperti makanan, obat, zat-zat kimia, temperatur, suhu, kelembapan, perubahan cuaca yang mendadak, dan termasuk zat-zat yang ditemukan di polusi.

Alergi dapat dicegah dengan memperkuat barrier atau pelindung tubuh. Jika seseorang memiliki barrier tubuh yang kuat, maka dapat meminimalisasi kesempatan terjadinya gejala alergi pada tubuh.

Barrier yang manusia miliki termasuk pada barrier di saluran cerna, pernapasan, kulit, mata dan bagian tubuh lainnya. Walaupun barrier pada anak biasanya diturunkan secara genetik, tapi terdapat banyak faktor di luar itu yang memungkinkan dapat merusak kekuatan barrier anak, salah satunya seperti sering mengonsumsi makanan yang dapat mengiritasi saluran cerna.

2 dari 2 halaman

Gejala atau Reaksi Alergi

Gejala atau reaksi yang memungkinkan terjadi saat anak mengalami alergi umumnya dapat menyerang segala sistem tubuh.

Namun pada usia dini, biasanya ditemukan pada saluran cerna atau usus anak dan dapat menyebabkan muntah, kram perut, kolik, sampai diare. Selain itu, yang juga sering ditemukan pada anak usia dini adalah reaksi ruam di kulit, seperti kemerahan di pipi.

Cara membedakan diare yang disebabkan oleh alergi atau infeksi adalah dengan mengevaluasi bawaan atau riwayat genetik yang diturunkan oleh orangtuanya. Selain itu, diare yang disebabkan oleh alergi biasanya juga disertai oleh darah dan dapat menyebabkan dehidrasi jika didiamkan.

Begitu juga dengan ruam yang disebabkan oleh alergi dapat diidentifikasi dengan melihat letak ruamnya. Biasanya ruam yang disebabkan oleh biang keringat itu terjadi pada area yang tertutup baju. Jika disebabkan oleh alergi, areanya bisa di mana saja dan sifatnya berulang.

Ketika orangtua menemukan reaksi atau alergi pada anak, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis anak. Jika dibutuhkan, mungkin anak perlu dicek secara lebih detail di laboratorium untuk segera diobati.

Reporter: Ade Nasihudin Al Ansori
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Tak Hanya Olahraga, Aktivitas Fisik Juga Penting Dilakukan Anak-Anak
Stunting dan Anemia Masih Menghantui Anak-anak di Indonesia
Pemberdayaan PAUD dalam Upaya Penurunan Stunting di Indonesia Melalui
Ibu Disarankan Tidak langsung Menyusui Anak ketika Dia Menangis
Cara Bagi Orangtua dan Anak Membangun Ikatan Kuat pada Masa Pandemi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini