Buka Masker saat di Pesawat Bisa Tingkatkan Risiko Penularan Covid-19

Kamis, 16 Desember 2021 20:50 Reporter : Titah Mranani
Buka Masker saat di Pesawat Bisa Tingkatkan Risiko Penularan Covid-19 ilustrasi bandara. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/NicoElNino

Merdeka.com - Libur akhir tahun menjadi waktu yang dinantikan banyak orang melakukan perjalanan baik domestik maupun luar negeri. Moda transportasi pesawat adalah pilihan terutama bagi yang ingin melakukan perjalanan jauh.

Namun, kala pandemi seperti ini perjalanan menggunakan pesawat terbang perlu memperhatikan beberapa hal. Seperti yang diungkapkan oleh Prof Tjandra Yoga Aditama, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), membuka masker dan makan sambil berbincang saat berada di pesawat bisa meningkatkan risiko penularan covid-19.

"Membuka masker dan makan sambil banyak bercakap-cakap tentu meningkatkan risiko penularan pula jadinya, walaupun pesawat sudah dilengkapi dengan hepa filter dan lainnya," jelasnya seperti dikutip dari Antara.

Beberapa maskapai penerbangan untuk rute perjalanan tertentu biasanya akan membagikan makanan dan minuman bagi penumpang. Namun, saat pandemi seperti sekarang ini, pada umumnya mereka akan menyematkan pesan berisi ajak untuk tidak menyantap makanan dan minuman tersebut di dalam pesawat.

Pesan tersebut juga menyampaikan agar penumpang membawa pulang hidangan yang mereka bagikan. Meski begitu, Prof Tjandra tidak menyalahkan bagi mereka yang tetap membuka dan menyantap makanan dan minuman tersebut di dalam pesawat.

Profesor yang juga menjabat sebagai Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI ini juga menyarankan untuk bepergian dengan aman seiring melandainya kasus covid-19. Perlu banyak penyesuaian yang dilakukan dalam pola kehidupan baru hidup berdampingan dengan covid-19 ini.

"Kita semua perlu belajar menyesuaikan diri, baik masyarakat luas maupun para petugas dan penentu kebijakan publik," jelasnya.

Aturan swab antigen beberapa hari sebelum berangkat dan ketika akan pulang harus menjalani tes PCR, merupakan syarat utama bagi mereka yang akan melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat. Tes PCR menurut Tjandra adalah gold standard dengan tingkat akurasi yang paling tinggi. Dalam artian, hasil negatif dari tes PCR memberikan rasa aman yang lebih tinggi untuk menekan risiko penularan covid-19.

Tjandra tidak menyarankan penumpang transportasi umum terutama pesawat untuk membuka masker saat pemeriksaan kartu tanda penduduk (KTP) dan tiket pesawat. Walaupun kadang diminta oleh petugas untuk memeriksa apakah wajah sesuai dengan kartu pengenal.

"Membuka masker walaupun sebentar tentu membuat risiko untuk terjadinya penularan. Baiknya keharusan membuka masker ini tidak perlu dilakukan," tutupnya. [ttm]

Baca juga:
Mengenal Maskne Dan Cara Menghindarinya Meski Gunakan Masker Tiap Hari
Ternyata Menggunakan Masker Efektif Mengurangi 53% Kasus Covid-19
Google Ingatkan Kembali Pentingnya Masker dan Vaksinasi Lewat Doodle Barunya
Penelitian Terbaru Ungkapkan Pakai Masker Efektif Kurangi Kasus Covid-19 hingga 53%
Alasan Masker Scuba Tak Efektif untuk Cegah Covid-19, Ketahui Penjelasannya
Protokol Kesehatan Kunci Pencegahan Lonjakan Covid-19, Bukan Tes PCR

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini