Buah Hati Enggan Makan Daging dan Sayur, Berikut Hal yang Bisa Dilakukan Orangtua

Selasa, 16 Juni 2020 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Buah Hati Enggan Makan Daging dan Sayur, Berikut Hal yang Bisa Dilakukan Orangtua Ilustrasi anak makan. thehealthsite

Merdeka.com - Pilih-pilih makanan merupakan sebuah hal yang biasa dilakukan anak dan membuat orangtua kebingungan. Hal ini terutama ketika anak enggan makan daging dan sayur, padahal keduanya sangat diperlukan untuk tumbuh kembang.

Jika anak sudah mengatakan tidak suka makan sayur dan daging, orangtua harus melihat dari sisi positif. Maksudnya, ketika anak sudah mengungkapkan keinginannya dan sudah menyatakan apa yang ia mau berarti itu merupakan sebuah kecerdasan seperti disampaikan dokter spesialis anak konsultan Ariani Dewi Widodo.

"Anak sudah menyatakan apa yang dia mau itu adalah suatu kecerdasan. Kita harus lihatnya seperti itu, dengan begitu dunia akan tampak lebih baik," kata Ariani dalam Johnson's Parents Club Expert Class beberapa waktu lalu.

Baru setelah itu, komunikasikan ke anak, apalagi anak tersebut sudah berusia tiga tahun tentang keinginannya.

"Anak tiga tahun sudah bisa diajak ngobrol, dia sudah tahu mau ini dan itu. Tanyakan ke dia, 'Apa yang kamu mau?', 'Kenapa enggak suka makan sayur dan daging?', 'Kamu tahu enggak kalau makanan ini sehat?'," kata wanita yang berpraktik di RSAB Harapan Kita Jakarta ini.

Sekali atau dua kali mengkomunikasikan itu mungkin anak tidak langsung mau. Namun, dengan komunikasi seperti itu diharapkan anak akan mengerti pentingnya mengasup sayur dan daging.

"Anak-anak sebetulnya mudah diubah kebiasaannya, mereka masih bisa mengadaptasi kebiasaan baru. Jadi, kita orangtua tidak boleh menyerah," saran Ariani.

2 dari 2 halaman

Coba 10-15 Kali

Satu lagi, orangtua juga perlu mencoba belasan kali memberikan makanan tersebut kepada anak. Studi mengungkapkan umumnya anak tidak akan menolah makanan yang sudah disodorkan 10-15 kali.

"Cuma masalahnya kita orangtua tidak mencoba sampai segitu ya," kata Ariani.

Oleh karena itu, orangtua juga perlu memiliki kesabaran dalam menghadapi anak yang malas makan makanan tertentu. Perlahan, anak bisa jadi akan mau mencoba menyantap makanan tersebut.

Reporter: Benedikta Desideria
Sumber: Liputan6.com [RWP]

Baca juga:
Anak Belajar di Rumah, Orangtua Tak Perlu Paksakan Diri Jadi Guru
Mandi jadi Kesempatan Penting dalam Proses Tumbuh Kembang Anak
Ini Penyebab Mengapa Kepanasan Bisa Menyebabkan Mimisan dan Sakit Kepala
Meski Orangtua Memiliki Badan Mungil, Anak Tetap Berpeluang untuk Tumbuh Tinggi
Imunisasi Tak Boleh Terhenti, Ortu Diminta Janjian dengan Petugas Hindari Antrean
Pandemi COVID-19 Diperkirakan Tingkatkan Masalah Kekurangan Gizi pada Anak Indonesia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini