Bermasalah di Masa Kecil Lebih Rentan Buat Seseorang Alami Penyakit Kardiovaskular

Jumat, 8 Mei 2020 13:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Bermasalah di Masa Kecil Lebih Rentan Buat Seseorang Alami Penyakit Kardiovaskular Ilustrasi anak stres. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Patrick Foto

Merdeka.com - Peluang seseorang mengalami penyakit jantung bisa diprediksi sejak jauh-jauh hari. Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa hal ini ternyata bisa diprediksi sejak usia anak-anak.

Dilansir dari Science Daily, anak-anak yang mengalami trauma, kekerasan, ditinggalkan, atau disfungsi keluarga lebih rentan mengalami penyakit jantung pada usia 50-an dan 60-an. Hal ini terutngkap dari penelitian terbaru yang dilakukan di Northwestern Medicine.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orang yang banyak mengalami masalah keluarga saat anak-anak cenderung 50 persen lebih rentan mengalami penyakit kardiovaskular seperti jantung atau stroke. Hal ini diketahui setelah dilakukan penelitian selama 30 tahun.

Penelitian dilakukan terhadap lebih dari 3.600 partisipan. Hasil temuan ini merupakan yang pertama membahas penyakit kardiovaskular serta kematian berdasar kondisi keluarga dari masa dewasa awal hingga paruh baya akhir.

1 dari 2 halaman

Anak-anak yang mengalami jenis masalah ini lebih rentan mengalami stres sepanjang hidup, merokok, kecemasan, depresi, serta gaya hidup kurang gerak yang bertahan hingga dewasa. Hal ini bisa berujung meningkatnya indeks massa tubuh, diabetes, meningkatnya tekanan darah disfungsi caskular, serta peradangan.

"Populasi orang dewasa ini lebih rentan melakukan perolaku berbahaya, seperti menggunakan makanan sebagai mekanisme pertahanan yang bisa berujung masalah dengan berat badan dan obesitas," terang penulis Jacob Pierce.

"Mereka juga memiliki risiko merokok lebih tinggi yang berhubungan langsung dengan penyakit kardiovaskuler," sambungnya.

2 dari 2 halaman

Orang dewasa yang terpapar faktor risiko ini pada saat anak-anak mungkin mengalami manfaat dari konseling. Hal ini berhubungan dengan mengatasi stres serta mengendalikan merokok serta obesitas. Walau begitu, Pierce mengungkap bahwa penelitian lebih jauh tetap dibutuhkan.

"Pengalaman di masa awal anak-anak memiliki efek jangka panjang pada mental dan fisik orang dewasa," terang Joseph Feinglass, peneliti kesehatan dan kesehatan preventif di Feinberg.

Penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk membuktikan kesahihan penelitian ini. Disebutkan bahwa keterlibatan orangtua pada kehidupan anak bisa berdampak pada kesehatan mereka di masa mendatang. [RWP]

Baca juga:
Konsumsi Daging Merah Bisa Berdampak Positif bagi Kesehatan Mental
Jenis Makanan yang Dikonsumsi Seseorang Bisa Tentukan Risiko Demensia
Menurut Penelitian, Begini Cara Membuat Kopi Menjadi Lebih Menyehatkan
Olahraga ketika Kehamilan Bisa Buat Bayi yang Dilahirkan jadi Lebih Bugar
Konsumsi ASI pada Bayi bisa Bantu Menghindari dari Masalah Virus Tertentu
Konsumsi Sayur Sebelum Kehamilan Bisa Bantu Cegah Kelahiran Prematur

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini