Berjalan Bisa Jadi Cara Atasi Depresi Pasca Melahirkan

Selasa, 2 November 2021 13:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Berjalan Bisa Jadi Cara Atasi Depresi Pasca Melahirkan Ilustrasi berjalan. ©Shutterstock.com/ Blazej Lyjak

Merdeka.com - Usai wanita melahirkan, risiko permasalahan tidak hanya melanda kondisi fisik mereka saja. Masalah mental sangat rentan terjadi usai seorang wanita melahirkan.

Permasalahan mental yang rentan dialami wanita usai melahirkan adalah depresi pasca melahirkan atau depresi postpartum. Rupanya, permasalahan ini bisa diatasi dengan melakukan sedikit aktivitas fisik.

Dilansir dari Medical Express, penelitian terbaru mengungkap bahwa berjalan setidaknya 15 menit setiap hari bisa menjadi cara untuk mencegah dan mengatasi depresi ini. Walau begitu, pada sejumlah kasus yang cukup parah, perawatan medis secara tradisional tetap diperlukan.

Depresi postpartum ini kerap disamakan dengan kondisi baby blues. Padahal, kondisi depresi ini bisa berdampak lebih parah dan menyebabkan perubahan mood secara mendadak, kelelahan, bahkan munculnya rasa putus asa.

Kondisi ini bisa menjadi semakin parah terutama pada masa pandemi COVID-19 seperti sekarang. Penelitian terbaru mengungkap bahwa jumlah penderita masalah ini di Eropa dan Asia meningkat sebesar 30 persen selama pandemi COVId-19.

Hasil temuan ini diperoleh oleh seorang mahasiswa bernama Veronica Pentland dan asisten profesor bernama Marc Mitchell dari Fakultas Ilmu Kesehatan di Western University, Kanada.

"Depresi postpartum bisa berdampak besar pada kesehatan mental wanita maupun anak yang dikandung," terang Pentland.

"Ketika kamu depresi, sangat sulit untuk merawat diri sendiri dan anakmu," sambungnya.

2 dari 2 halaman

Dampak Berjalan Bisa Bertahan Hingga 3 Bulan

Penelitian ini melibatkan 242 partisipan dari lima proyek terpisah. Diketahui bahwa disarankan bagi wanita untuk berjalan secara santai sekitar 90 hingga 120 menit per minggu.

"Berjalan merupakan hal yang mudah dilakukan dan lebih luar biasanya, kamu bisa melakukannya dengan buah hati," terang Mitchell.

"Jika kamu bisa keluar rumah tiga hingga empat kali seminggu dengan lama waktu setengah jam atau bahkan hanya 15 menit setiap hari dengan buah hati stroller, maka berdasar temuan kami, hal ini bisa memberi perbedaan luar biasa pada perasaanmu," sambungnya.

Berdasar hasil penelitian tersebut, dampak positif pada perasaan ini bahkan tetap bertahan setelah tiga bulan setelah ibu berhenti berjalan. Hal ini terntu menjadi kabar gembira bagi ibu yang tengah bermasalah dengan perasaan depresi yang mereka alami.

Baca juga:
Mengendalikan Stres Bisa Menjadi Cara Pencegahan Kanker Payudara
Mengendalikan Stres Bisa Menjadi Cara Pencegahan Kanker Payudara
Kerap Dikesampingkan, Rasa Nyeri pada Lansia Tak Berhubungan dengan Proses Penuaan
Kenali Beragam Jenis, Pemicu, Hingga Cara Mengatasi Terjadinya Sakit Kepala

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini