Begini Trik Nyaman Agar Anak Nyaman Melalui Perjalanan Menggunakan Pesawat

Kamis, 13 Juni 2019 13:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Begini Trik Nyaman Agar Anak Nyaman Melalui Perjalanan Menggunakan Pesawat Ilustrasi Anak Naik Pesawat. ©Today.com

Merdeka.com - Berlibur bersama anak merupakan hal yang sangat menyenangkan terutama ketika kita sudah berkeluarga. Namun tidak jarang anak bakal mengalami kondisi tak nyaman ketika menjalani perjalanan menggunakan pesawat.

Untuk menghindari masalah tersebut, dr. Diatrie Anindyajathi, MSc,SpA, mengatakan saat ini tidak ada indikasi bahwa bayi baru lahir tidak diperbolehkan untuk bepergian dengan pesawat.

Tekanan udara di pesawat dijaga sedemikian rupa sehingga tidak menyebabkan gangguan sirkulasi maupun pernapasan pada bayi yang sehat. Berada di dalam pesawat yang tertutup dan kontak dengan banyak orang dalam waktu tertentu juga sering kali membuat orang tua gelisah karena dapat meningkatkan kemungkinan transmisi kuman atau virus.

“Ternyata belum didapat penelitian yang menunjukkan peningkatan angka penularan penyakit dalam pesawat. Udara yang bersirkulasi diproses melalui filter-filter yang mencegah terjadinya transmisi tersebut,” ujarnya.

Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti:

1. Periksakan Anak

Tekanan udara di pesawat dapat mempengaruhi bayi dengan kondisi-kondisi khusus seperti anemia dan penyakit jantung bawaan. Sering kali kondisi ini belum tampak saat bayi baru lahir sehingga memang dianjurkan sesaat sebelum berangkat diperiksakan ke dokter anak.

2. Mengunyah

Perubahan tekanan udara saat pesawat berangkat dan mendarat dapat mempengaruhi saluran telinga tengah (tuba Eustachius) terutama pada bayi/anak yang salurannya lebih kecil. Maka saat berangkat maupun mendarat pastikan bayi/anak sedang melakukan gerakan menelan/mengunyah(seperti menyusu, mengunyah permen karet, dll.)

3. Gunakan Penutup Telinga

Suara jet pesawat yang akan berangkat dan akan mendarat memiliki frekuensi 100 – 150 dB. Walaupun frekuensi tersebut sudah berkurang di dalam cabin namun masih dalam batas yang dapat merusak fungsi pendengaran bayi (60 85 dB). Berikan penutup telinga seperti ear plug atau ear muff untuk bayi dan anak-anak selama penerbangan namun terutama saat berangkat dan mendarat.

Reporter: Anisha Saktian Putri
Sumber: Fimela.com [RWP]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini