Begini Tips untuk Mencegah Terjadinya Hepatitis Akut pada Seseorang

Kamis, 2 Juni 2022 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Begini Tips untuk Mencegah Terjadinya Hepatitis Akut pada Seseorang hepatitis. ©2018 Liputan6.com

Merdeka.com - Hingga saat ini, penyakit hepatitis akut misterius masih menghantui kita. Hingga saat ini, masih belum benar-benar diketahui secara jelas mengenai penyakit ini.

Kabid Humas PP Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI), dr Milka Inkiriwang MARS PhD menjelaskan bahwa hepatitis adalah keradangan (infeksi) yang terjadi pada hati (liver).

"Hepatitis akut berat (misterius) berarti infeksi hati yang belum diketahui pasti penyebabnya termasuk mekanisme ataupun patofisiologinya. Penyebab pastinya bisa dikatakan masih hipotesis (dalam investigasi)," ujar Milka dalam sebuah webinar.

Penularan hepatitis akut diketahui dapat melalui saluran pernapasan dan saluran pencernaan. Oleh sebab itu, Milka menekankan kepada masyarakat agar sebaiknya menjalankan Perilakukan Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti mencuci tangan, makan makanan matang dan bersih, serta jangan bergantian alat makan dan minum.

"Karena virus rentan masuk melalui saluran pencernaan, masyarakat harus memerhatikan apa yang dikonsumsi. Pastikan semuanya dalam keadaan bersih," ujarnya.

Termasuk jika membeli makanan dan minuman dalam kemasan, sebaiknya pilihlah kemasan yang bersih dan selalu baru. Hindari dulu menggunakan kemasan isi ulang.

Hal ini, kata Milka, guna memastikan kemasan tersebut lebih bersih karena selalu baru, bukan kemasan lama yang berpindah-pindah tangan. Termasuk dalam hal ini saat membeli air putih dalam kemasan.

2 dari 2 halaman

Cegah Hepatitis Akut

Milka menambahkan, seperti dikutip dari sumber Kemenkes RI dan CDC, hepatitis akut adalah infeksi hati yang memiliki sifat atau durasi perjalanan penyakit sekitar dua minggu hingga satu bulan, sangat beda dengan hepatitis kronis di mana infeksi hati yang dapat merusak hati.

Ada empat langkah penanganan hepatitis akut yang bisa Anda simak sesuai dengan anjuran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

1. Waspada gejala awal: mual, muntah, diare, sakit perut, demam ringan

2. Jika muncul gejala awal, jangan panik

3. Jangan menunggu gejala lanjutan muncul seperti mata dan kulit menguning agar tidak terlambat penanganan

4. Jika terjadi penurunan kesadaran, segera bawa ke rumah sakit dengan fasilitas ICU anak.

"Masyarakat diharapkan jangan panik. Yang paling penting saat ini adalah melakukan tindakan pencegahan dengan menjaga daya tahan tubuh, terapkan hidup sehat dan selalu pilih yang bersih," katanya.

"Jika mengalami gejala awal, segera bawa ke puskesmas atau Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan pengobatan lanjutan," tandas Milka.

Reporter: Aditya Eka Prawira
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Pentingnya bagi Lansia Membantasi Asupan Gula, Garam, dan Lemak
Dehidrasi Hingga Kurang Pemanasan, Ketahui Penyebab Sakit Kepala Setelah Olahraga
Tetap Penuhi Kebutuhan Protein, Ketahui Makanan Apa Saja Sebagai Pengganti Daging
Inilah Dampak Yang Terjadi Jika Makan Besar Saat Perut Kosong

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini