Begini Cara Turunkan Risiko COVID-19 pada Kantor Ber-AC dan Sulit Buka Jendela

Senin, 17 Mei 2021 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Begini Cara Turunkan Risiko COVID-19 pada Kantor Ber-AC dan Sulit Buka Jendela Ilustrasi kantor. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/ zhu difeng

Merdeka.com - Mencegah risiko COVID-19 pada ruangan perkantoran yang tertutup dan menggunakan AC (air conditioner) merupakan hal yang penting dilakukan. Salah satu cara utama adalah dengan menjaga sirkulasi udara tetap baik.

Dokter spesialis paru Agus Dwi Susanto mengatakan bahwa di masa pandemi, memang kantor-kantor yang memiliki jendela lebih disarankan untuk membukanya agar udara bisa keluar masuk.

"Yang ideal adalah angin alami. Jadi kalau kita punya kantor yang punya jendela itu paling bagus jendelanya dibuka," kata Agus dalam sebuah temu media beberapa waktu lalu.

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengatakan, terakumulasinya udara di dalam ruangan memiliki potensi menimbulkan penularan COVID-19 di lingkungan perkantoran.

Dalam sebuah temu media beberapa waktu lalu, Agus menjelaskan bahwa terkait penggunaan pendingin udara, ada dua jenis AC yaitu sentral dan tidak.

"Kalau AC tidak sentral, maka idealnya dia harus membuat konsep sirkulasi yang bukan recirculate (resirkulasi)," kata Agus beberapa waktu lalu.

"Kita kan ada mode AC yang recirculate, dari dalam ke dalam. Kita harus bisa membuat udara dari luar ke dalam," kata dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Persahabatan tersebut.

Sementara apabila ruang kantor menggunakan AC sentral, Agus mengatakan bahwa modifikasi yang bisa dilakukan adalah dengan penggunaan lampu ultraviolet (UV light) sebelum udara keluar.

Baca Selanjutnya: Penggunaan Air Purifier...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini