Begini Cara Tepat Atasi Ngemil Berlebih pada Masa Pandemi

Senin, 18 Mei 2020 08:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Begini Cara Tepat Atasi Ngemil Berlebih pada Masa Pandemi Ilustrasi ngemil. ©shutterstock.com/Ken Tannenbaum

Merdeka.com - Perubahan kegiatan sehari-hari selama masa pandemi COVID-19 bisa menyebabkan perubahan pada berbagai aspek kehidupan. Salah satu masalah yang rentan terjadi adalah ngemil berlebih yang dialami masyarakat.

Pada dasarnya orang Indonesia memang suka ngemil, 23 persen lebih banyak daripada rata-rata global, seperti diungkapkan melalui sebuah studi konsumen bertajuk ‘The State of Snacking’ yang dilakukan di Indonesia dan 11 negara lainnya.

Psikolog Klinis Tara De Thouars mengamini bahwa kebiasaan ngemil berlebih memang sangat rentan terjadi selama #dirumahaja di masa pandemi ini. Hal tersebut dipicu oleh rasa bosan atau kondisi emosi tidak stabil dikarenakan perubahan kebiasaan yang mendadak, ataupun ketakutan akan pandemi itu sendiri.

Cara ngemil seperti ini lebih dikenal dengan sebutan emotional eater. “Saat tekanan emosional hadir, tubuh seolah memberikan sinyal yang mirip seperti rasa lapar. Sebenarnya sinyal tersebut hanyalah respon terhadap perasaan yang menjadi pelarian dari emosi negatif. Jika dorongan tersebut terus diikuti, tentu tubuh akan kelebihan asupan dan tentunya akan semakin beresiko jika dilakukan secara berulang,” jelas Tara.

Agar tidak memiliki efek samping yang berlebihan, ngemil bijak merupakan langkah tepat untuk mendapatkan kepuasan dalam konsumsi camilan sehingga tidak menimbulkan penyesalan setelahnya. Juga menghindari ngemil secara berlebih karena memperhatikan isyarat tubuh.

1 dari 2 halaman

Kegiatan ngemil sebaiknya dilakukan secara sadar agar manfaat bisa didapatkan. Makanlah secara perlahan dan nikmati setiap gigitannya.

"Ajak seluruh indera tubuh Anda terlibat, mulai dari memperhatikan bentuk, mencium aroma, menikmati rasa, hingga sensasi suara saat menggigit atau mengunyah camilan,” kata Tara.

Masyarakat dapat menerapkannya sehari-hari dengan tiga langkah sederhana yaitu,

1) kenali isyarat tubuh mengapa ingin ngemil, misalnya apakah karena lapar ataukah perlu untuk mengembalikan mood,

2) kemudian bisa memilih apa camilan yang tepat berdasarkan isyarat tubuh tersebut, tentunya dengan memperhatikan porsi camilan dan waktu ketika Anda ngemil.

3) Perhatikan bagaimana ngemil, dengan memaksimalkan semua indera, karena akan dapat mengenali isyarat tubuh, kapan harus berhenti ngemil. Oleh karenanya, sebaiknya ngemil tidak dilakukan sambil berkegiatan lain, misalnya main gadget.

2 dari 2 halaman

Saat Ramadan

Tara menyampaikan kebiasaan ngemil sesungguhnya bisa menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan kalori harian dan menjaga stabilitas metabolisme tubuh, asal dilakukan dengan bijak.

Memasuki bulan Ramadan, kebiasaan ngemil pun perlu disesuaikan mengingat terbatasnya waktu makan. Namun, sebagian orang terkadang tidak bisa makan banyak saat sahur ataupun berbuka sehingga lebih berisiko akan kekurangan asupan kalori.

"Padahal kebutuhan kalori harian tubuh tetap sama, baik berpuasa ataupun tidak," ujar Tara.

Reporter: Anisha Saktian Putri
Sumber: Fimela.com [RWP]

Baca juga:
Konsumsi Karbohidrat Kompleks saat Buka dan Sahur Bermanfaat bagi Tubuh
Ini Alasan Mengapa Ibu Hamil Disarankan Tidur Miring ke Kiri

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini