Begini Cara bagi Orangtua untuk Merawat Anak yang Lahir Prematur

Senin, 25 November 2019 07:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Begini Cara bagi Orangtua untuk Merawat Anak yang Lahir Prematur ilustrasi bayi prematur. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Kelahiran prematur merupakan salah satu masalah yang cukup menyita perhatian. Saat ini, berdasar data WHO mengenai 10 negara yang menyumbang 60 persen kelahiran prematur di dunia, Indonesia berada di peringkat kelima.

Komplikasi yang terjadi dalam kelahiran prematur menyebabkan 27.800 anak usia balita meninggal dunia. Padahal, anak lahir prematur dapat memiliki kesempatan tumbuh kembang yang sama asalkan tata laksananya tepat.

dr. M. Azharry Rully S, SP.A, Dokter Spesialis Anak mengatakan hal pertama yang harus dipastikan ialah stabilisasi atau membuat si kecil tetap bernapas.

"Hal pertama tentu memastikan anak tetap bernapas seperti dapat menggunakan ventilator," paparnya.

Setelah itu, pastikan anak bertumbuh dengan baik. Tidak mengalami turun berat badan secara drastis. Lalu, buatlah anak senyaman mungkin. "Anak yang lahir lebih cepat pasti punya utang sembilan minggu di dalam lahir. Jadi kita tetap membuatnya nyaman, seperti tidak berisik, tidak banyak lampu, serta kehadiran keluarga sangat penting," paparnya.

Ibu juga dapat memperaktikan metode kangguru, yaitu menghangatkan anak baru lahir menggunakan suhu tubuh ibu atau anggota keluarga lainnya. Bahkan, metode ini dapat meningkatkan berat badan bayi dengan cepat dan memperkuat ikatan antara orangtua dan anak.

1 dari 1 halaman

Nutrisi

Anak prematur kehilangan masa pertumbuhan yang seharusnya terjadi saat masih di dalam kandungan. Nutrisi yang diterima pada minggu-minggu awal setelah kelahiran diperlukan untuk membantu mengejar tumbuh, sehingga mengurangi risiko terjadinya masalah dalam tumbuh kembang si kecil.

"Kerena kondisi kesehatannya, anak prematur atau berat lahir rendah lebih rentan mengalami hiportermia. Jadi pastikan setelah memandikan, anak benar-benar kering," papar dr Azharry.

Dr. Azharry juga menyarankan untuk menjaga berat badan anak setelah lahir, ASI diberikan sesering mungkin, setidaknya dua jam sekali.

Jika anak belum bisa menyusui, maka ASI perah dapat dberikan. "ASI dapat meningkatkan imunitas dan perkembangan tubuh anak," tambahnya.

Selain itu, jangan lupa juga untuk terus memantau pertumbuhan anak menggunakan grafik pertumbuhan. Pemeriksaan juga harus dilakukan pada mata, telinga, tulang, anemia, hingga USG kepala.

Reporter: Anisha Saktian Putri
Sumber: Fimela.com [RWP]

Baca juga:
Cegukan yang Terjadi pada Bayi Ternyata Memiliki Manfaat Tersembunyi
Bolehkah Anak Disunat Ketika Masih Bayi?
Protein yang Masuk pada Anak Bisa Bantu Cegah Stunting
Begini Cara Tepat Menyiapkan Menu Makanan Padat Gizi bagi Buah Hati

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini