Bagi Penderita Asam Lambung, Ini Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Lakukan Puasa

Kamis, 16 Mei 2019 16:10 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Bagi Penderita Asam Lambung, Ini Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Lakukan Puasa Ilustrasi Sakit Perut. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Berpuasa di bulan Ramadan merupakan tantangan bagi seorang penderita asam lambung. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), penyakit yang muncul karena asam lambung yang naik ke kerongkongan, merupakan salah satu permasalahan yang umumnya muncul pada penderita asam lambung.

Puasa Ramadan yang mewajibkan jeda di antara waktu makan dapat memicu atau memperburuk penyakit ini, terutama jika tidak diikuti oleh pola makan dan gaya hidup sehat. GERD dapat ditandai dengan adanya sensasi terbakar atau nyeri pada bagian atas perut atau dada yang disebut juga dengan heartburn.

Gejala lain yang mungkin muncul pada penderita GERD adalah mual, kembung, sakit saat menelan, mulut terasa asam, dan rasa tidak nyaman pada tenggorokan. Faktor utama yang menjadi risiko penyakit GERD adalah pola makan, manajemen stres, dan pola tidur yang tidak tepat.

Berbagai penelitian menjelaskan bahwa berpuasa dapat mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dan teratur. Penderita GERD yang berpuasa dapat menurunkan gejala GERD mereka, selama dilakukan dengan benar dan tidak makan berlebihan saat berbuka puasa. Berpuasa dengan cara-cara yang benar akan membantu mengatasi GERD, ujar Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, Nutrisionis dan Ketua Indonesia Sport Nutritionist Association.

Dr. Rita menjelaskan bahwa makanan yang dikonsumsi penderita GERD harus mengandung zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh, tetapi juga tidak menstimulasi naiknya asam lambung ke kerongkongan. Makanan yang disarankan untuk penderita GERD adalah makanan yang mudah dicerna, tidak mengandung gas, atau lemak yang tinggi. Pengolahan makanan diutamakan dengan cara direbus, dikukus, ditumis, dan menggunakan santan encer.

Jenis makanan tertentu dapat meningkatkan jumlah asam dalam lambung yang menimbulkan gangguan lambung dan gejala GERD lainnya. Meskipun makanan pemicu munculnya GERD berbeda pada setiap orang, terdapat beberapa kategori makanan yang dapat dihindari untuk mencegah kambuhnya penyakit.

Sebagai contoh, makanan yang mengandung gas, kadar gula tinggi, dan makanan pedas harus dihindari karena dapat meningkatkan jumlah gas dan asam. Makanan yang tinggi serat, lemak, dan makanan yang sulit dicerna juga harus dikurangi karena dapat membuat kerja lambung lebih berat.

Reporter: Anisha Saktian Putri
Sumber: Fimela.com [RWP]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini