ASI Tak Keluar Usai Persalinan Tak Perlu Jadi Kerisauan Ibu

Jumat, 5 Agustus 2022 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
ASI Tak Keluar Usai Persalinan Tak Perlu Jadi Kerisauan Ibu Ilustrasi ibu menyusui. ©iStock

Merdeka.com - Pada buah hati terutama yang masih berusia dini, pemberian air susu ibu merupakan hal yang penting diberikan. Walau begitu sayangnya usai persalinan, masalah yang kerap terjadi adalah air susu yang tak keluar atau hanya keluar sedikit.

Dokter spesialis anak dan konselor laktasi dr. Jeanne-Roos Tikoalu, Sp.A, IBCLC, CIMI mengimbau agar ibu tak perlu khawatir jika ASI tak keluar atau keluar sangat sedikit sesaat setelah persalinan, terutama bagi ibu yang melahirkan anak pertama.

“Itu bukan berarti tidak ada, di dalam sudah ada (ASI). Kalau di ASI itu ada sistem, apabila seorang ibu pernah menyusui, di payudaranya ada sel memori. Apabila nanti ibu hamil lagi, sel memori sudah lebih cepat bekerja,” terangnya dilansir dari Antara beberapa waktu lalu.

Biasanya sebagian ibu masih berpikir bahwa ASI pertama harus keluar secara menetes dari payudara. Padahal, setiap ibu memiliki pengalaman yang berbeda-beda. Jika melahirkan anak pertama, ibu membutuhkan waktu dan perangsangan hingga akhirnya keluar dalam jumlah melimpah beberapa hari setelah melahirkan.

“Kalau ini anak pertama, menetes-netes itu nanti. Ibaratnya tempat harus penuh dulu, baru ASI menetes-netes. Kalau ini anak kedua atau ketiga, sudah ada sel memori di payudara, sehingga pada hari ketiga atau keempat sering kali ASI sudah menetes,” terang Jeanne-Roos.

Ia mengatakan ibu tak perlu cemas dihantui pertanyaan apakah ASI-nya belum diproduksi. Lebih lanjut, Jeanne-Roos menjelaskan sebetulnya ASI sudah diproduksi sejak masa kehamilan empat bulan atau 16 minggu. Namun, produksi ASI tidak akan bertambah pada saat kehamilan banyak karena hormon yang dibutuhkan beralih untuk mendukung pertumbuhan janin.

Apabila ASI tak keluar atau keluar hanya sedikit, Jeanne-Roos menyarankan agar ibu bersabar dan melakukan rangsangan dengan cara tetap menyusui bayi walau merasa ASI-nya belum keluar. Ia mengatakan dua kunci utama untuk meningkatkan produksi ASI yaitu keluarkan ASI secara rutin dengan cara menyusui langsung serta memompa payudara.

“Usahakan memompa 30 menit. Kenapa? Karena memompa itu tujuannya merangsang payudara. Kalau ada isi, maka akan keluar. Kalau bayi menyusu ke ibu, diamkan 30 menit. Bayi minum dari ibu dan selanjutnya dia memberi perangsangan pada payudara ibu. Inilah yang akan membuat produksi ASI akan bertambah,” katanya.

2 dari 2 halaman

Jeanne-Roos juga mengimbau agar orang tua tidak terburu-buru memutuskan untuk memberikan susu formula jika ASI tak keluar atau keluar hanya sedikit sebab ASI yang akan keluar dari hari ke hari sudah sesuai dengan kecukupan asupan yang dibutuhkan bayi.

Pada hari pertama kelahiran, misalnya, lambung bayi hanya berukuran sebesar kelereng bahkan masih kaku sehingga bayi akan muntah jika diberi minum dalam volume banyak. Pada hari pertama, kata Jeanne-Roos, bayi memang membutuhkan asupan yang sedikit setidaknya 5-7 ml.

Selain faktor kecukupan asupan, susu formula tidak dianjurkan untuk diberikan pada bayi setelah masa kelahiran mengingat terdapat kandungan tertentu yang tidak bisa didapatkan jika dibandingkan dengan kandungan ASI.

“Yang paling mungkin tidak ada di susu formula adalah faktor imunnya. Lemak, protein, vitamin, dan mineral di susu formula ada. Tapi yang tidak bisa ditambahkan adalah antibodi,” katanya.

Jeanne-Roos juga mengingatkan agar ibu senantiasa memeriksa dua hal penting jika bayi sudah cukup mendapatkan asupan, yaitu dilihat dari frekuensi buang air kecil bayi dan kenaikan berat badan setiap bulan sesuai target.

“Kalau bayi dengan sendirinya akan melepaskan (berhenti menyusu), belum tentu (merasa cukup asupannya), mungkin saja alirannya deras sehingga dia akan melepas. Kemudian jika bayinya lelap dan tenang tidur, mungkin dia kelelahan. Itu bukan tanda pasti. Tanda yang pasti hanya dua (frekuensi buang air kecil dan kenaikan berat badan),” tandasnya. [RWP]

Baca juga:
Kenali Jenis Kulit Sensitif yang Dialami demi Memilih Perawatan yang Cocok
Kenali Empat Tanda Serangan Jantung yang Kerap Terlewatkan
Bisa Sebabkan Penyakit Jantung dan Diabetes, Ketahui Cara Tepat Merawat Gigi
Kenali Gejala Khas dari Cacar Monyet dan Perbedaannya dengan Cacar Air
Pentingnya Peran Keluarga dalam Menurunkan Angka Stunting

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini