Apapun Penyakitnya, Tetap Angin yang Bersalah

Selasa, 4 Desember 2018 13:04 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Apapun Penyakitnya, Tetap Angin yang Bersalah Ilustrasi flu parah. © Boldsky.com

Merdeka.com - Wajah Yoga tampak sedikit pucat, berkali-kali dia membetulkan jaket sambil menepuk-nepuk perutnya. Sesekali dia juga menyandarkan tubuhnya ke kursi sembari memejamkan mata.

Udara dingin yang terjadi beberapa hari terakhir serta hujan yang terus mendera membuat Yoga mengaku masuk angin. Selama beberapa hari dia kerap kehujanan setelah pulang kantor, selain itu dia juga mengaku baru saja bergadang sehingga kemarin malam dia masuk angin hingga saat ini.

Istilah masuk angin sendiri kerap dijadikan kambing hitam oleh orang Indonesia untuk berbagai gejala yang mereka alami. Mulai dari badan menghangat, perut mual, kepala pusing, diare, sakit punggung, hingga berbagai gejala lain, tetap masuk angin yang disalahkan.

Pada banyak orang Indonesia sendiri, walaupun sudah cukup sakit, masuk angin tidak dianggap sebagai sebuah penyakit yang benar-benar serius. Sangat jarang orang yang ke dokter untuk mengobati masuk angin ini.

Jalan yang paling banyak ditempuh adalah dengan minum beragam jenis obat mulai obat flu atau jamu. Selain itu juga ada cara yang lebih tradisional melalui kerokan.

Kegemaran orang Indonesia dalam menyalahkan angin ini juga tak hanya berhenti di masuk angin saja. Terdapat satu istilah lagi yang biasa digunakan untuk menyebut penyakit lain yaitu angin duduk.

Berbeda dengan saudara sesama penyakit 'angin'-nya, penyakit yang satu ini lebih berat karena merupakan versi lain dari penyakit jantung. Angin duduk disebabkan karena berkurangnya pasokan oksigen dan menurunnya aliran darah dalam tubuh.

Angin duduk terjadi karena kebutuhan oksigen tengah meningkat namun suplai yang diberikan menurun. Efek dari angin duduk ini adalah tekanan yang disertai nyeri di seluruh dada terutama di bagian belakang tulang dada.

Nyeri yang terjadi di dada ini juga kemudian sering menyebar ke leher, rahang, lengan, punggung dan bahkan hingga ke gigi. Penderita angin duduk ini kemudian akan menderita nyeri di ulu hati, berkeringat, mual, kejang, hingga sesak napas.

Berbeda dengan saudaranya yaitu masuk angin, jika kamu mengalami tanda-tanda angin duduk seperti itu maka segera hubungi dokter dan lakukan pemeriksaan lebih serius. Walaupun sama-sama melibatkan angin, namun dua penyakit ini memiliki bahaya yang sungguh berbeda.

Walau begitu, di tengah musim hujan yang kembali mendera ini, masuk angin juga bukan hal yang patut diacuhkan dan sebaiknya segera diobati agar tak mengganggu aktivitas sehari-hari. Karena di musim hujan seperti ini, masuk angin juga selalu dijadikan biang kerok atas berbagai kondisi badan yang tak sedap, sehingga terkesan apapun penyakitnya, tetap angin yang selalu salah. [RWP]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini